Uji Aktivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya Linn) sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)

  • Nurul Novita
  • Welinda Dyah Ayu
  • Muhammad Amir Masruhim
Keywords: Hepatoprotektor, biji pepaya, SGOT, SGPT

Abstract

Hepar merupakan salah satu organ metabolisme penting bagi tubuh, salah satu fungsinya yaitu detoksifikasi dan disposisi dari senyawa kimia. Hati rentan mengalami kerusakan karena adanya paparan radikal bebas dari senyawa kimia, obat-obatan, maupun alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak biji pepaya sebagai hepatoprotektor. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu kontrol negatif yang diberi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi Curcuma® 81mg/Kg, kelompok uji 1, 2 dan 3 diberi ekstrak biji pepaya dengan dosis 400 mg/Kg BB, 500 mg/Kg BB dan 600 mg/Kg BB. Induksi kerusakan hati dilakukan dengan pemberian parasetamol dosis 270 mg/200 g BB. Selanjutnya diukur kadar SGOT-SGPT pada serum tikus putih sebagai parameter adanya kerusakan pada sel hati. Ketiga dosis uji memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor yang berbeda signifikan (p < 0,05) dengan kelompok kontrol negatif. Dosis efektif ekstrak biji pepaya yaitu pada dosis 500 mg/200 g BB dan ekstrak biji pepaya berpotensi sebagai hepatoprotektor dibandingkan dengan kontrol positif (p > 0,05).

 

References

1. Depkes RI, 2007, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.
2. Dalimartha, S., 2009, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 6. Pustaka Bunda. Jakarta.
3. Purwaningdiyah, Y., Widyaningsih, Tri dan Wijayanti, N., 2014, Efektivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Antidiare Pada Mencit Yang Diinduksi Salmonella Typhimurium.Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3. (4). 1283-1293.
4. Meirindasari, Neny., 2013, Pengaruh Pemberian Jus Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Sprague Dawley Dislipidemia. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.
5. Sukadana, I.M., Santi, S.R. dan Juliarti, N.K., 2008, Aktivitas Antibakteri Senyawa Golongan Triterpenoid Dari Biji Pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Kimia. 2. (1). 15-18.
6. Zhou, K., Wang, H., Mei, W., Li, X., Luo, Y. dan Dai, H., 2011, Antioxidant Activity of Papaya Seed Extracts. Molecules. 16. (8). 6179-6192.
7. Adeneye, A., Olagunju, J., Banjo, A., Abdul, S., Sanusi, O., Sanni, O., Osarodion, B. dan Shonoiki, O., 2009, The Aqueous Seed Extract Of Carica papaya Linn. Prevents Carbon Tetrachloride Induced Hepatotoxicity In Rats. International Journal Research in Natural Products. 2. (2). 19-32.
8. Sihombing, C.N., Nasrul W., dan Taofik R., 2008, Formulasi Gel Antioksidan Ekstrak Buah Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dengan Menggunakan Basis Aqupec 505 HV. Universitas Padjajaran. Bandung.
9. Joe, B., Vijaykumar, M. dan Lokesh, B.R., 2001, Biological Properties of Curcumin-cellular and Molecular Mechanism of Action. Critic Rev Food Science Nutrition. 44. (2). 97-111.
10. Moghaddasi, S, dan Sandeep K. Verma, 2011, Aloe vera their chemicals composition and applications: A review. Int J Biol Med Res. 2(1). 466-471
11. Putra, I Ngurah dan Teti Estiasih, 2015, Potensi Hepatoprotektor Umbi-umbian Lokal Inferior : Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 4. (1). 436-442
Published
2016-04-26
How to Cite
Novita, N., Ayu, W. D., & Masruhim, M. A. (2016). Uji Aktivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya Linn) sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 312-317. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.126

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>