Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat di Sulawesi

  • Rini Purwanti
Keywords: Etnobotani, mangrove, tumbuhan obat, Sulawesi

Abstract

Salah satu hasil hutan non kayu mangrove yang penting adalah sebagai bahan baku obat-obatan.  Eksplorasi dan penelitian mengenai potensi mangrove sebagai bahan baku obat telah banyak dilakukan, tetapi penyebarluasan potensi dan khasiat mangrove ini belum banyak dilakukan dengan optimal sehingga masih banyak pihak yang kurang bahkan belum mengetahuinya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan tumbuhan mangrove oleh masyarakat pesisir di Sulawesi.  Metode pengumpulan data melalui survey lapangan dan wawancara terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan mangrove.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di pesisir Sulawesi baru mengenal 5 (lima) jenis tumbuhan mangrove sebagai bahan obat-obatan yaitu jenis Rhizophora  sp sebagai obat luka akibat digigit ikan dan kepiting, muntaber (akar muda), dan sebagai pewarna pakaian/jala ikan (kulit),   Xylocarpus granatum (buah) sebagai obat gatal-gatal kulit serta dapat menghaluskan kulit, Avicennia sp sebagai obat gatal-gatal pada kulit, Ceriops tagal dapat menguatkan gigi biasa digunakan sebagai pengganti sirih (buah) dan obat encok dan kurap (daun).  Minimnya pengetahuan masyarakat ini diakibatkan karena sosialisasi yag belum sampai ke mereka, dan pengetahuan ini hanya mereka dapatkan secara turun temurun dari orang tua mereka.  Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi tentang manfaat mangrove sebagai tumbuhan obat perlu lebih ditingkatkan lagi.

References

1. FAO (2007), FAO, 2007. The World’s Mangroves 1980–2005. Forest Resources Assessment Working Paper No. 153. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome.
2. Hamidu, H. (2009). Kajian etnobotani Suku Buton (Kasus masyarakat sekitar hutan Lambusango Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara). Skripsi. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. (Tidak dipublikasikan).
3. Kusmana, C., Wilarso, S., Hilwan, I., Pamoengkas, P., Wibowo, C., Tiryana, T., Triswanto, A., Yunasfi dan Hamzah. 2003. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Fak. Kehutanan IPB
4. Kusmana, C., Istomo, C.W., Sri, W.B.R., Iskandar, Z.S., Tatang, T., Sukristijono, S., 2008. Manual Silvikultur Mangrove di Indonesia. Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Korea International Cooperation Agency (KOICA). Jakarta.
5. Noorcahyati. 2012. Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam. Badan Litbang Kementrian Kehutanan. Samboja.
6. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku . Jakarta : Rineka
Cipta
7. Purnobasuki, H., 2004. Potensi Mangrove sebagai Tanaman Obat. http://www.irwantoshut.com/
8. Purwanto, Y., 2000. Etnobotani dan konservasi plasma nutfah hortikultura : peran sistem pengetahuan lokal pada pengembangan dan pengelolaannya. Prosiding Seminar Hari Cintapuspa dan Satwa Nasional. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle /123456789/52308/ Daftar_Pustaka.pdf.
9. Suryadharma, I. (2008). Diktat kuliah etnobotani. Jurusan Pendidikan Biologi. Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
10. Wibowo C., Kusmana, C., Suryani, A., Hartati, Y., Oktadiyani, P. 2009. Pemanfaatan Pohon Mangrove Api-Api (Avicennia spp.) sebagai bahan Pangan dan Obat. [Prosiding Seminar Hasil-Hasil penelitian]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Published
2016-04-26
How to Cite
Purwanti, R. (2016). Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat di Sulawesi. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 340-348. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.131