Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.)

  • Risfah Yulianty
  • Mufidah Murdifin
  • Nur Asma
Keywords: antioksidan, indeks kombinasi, kayu secang, rosella

Abstract

Senyawa radikal bebas merupakan produk samping dari metabolisme normal tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya oksidasi seperti kerusakan membran, modifikasi protein, kerusakan DNA, dan kematian sel.  Penggunaan antioksidan dapat meredam dan menangkap radikal bebas.  Tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu kayu secang (Caesalpinia sappan) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan kelopak bunga rosella menggunakan metode microplate 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazine (DPPH).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan bunga rosella dengan perbandingan 1:0, 2:1, 1:1, 1:2, dan 0:1 berturut-turut sebesar 11,46; 12,34; 16,79; 19,93; dan 680,37 µg/ml, sedangkan nilai IC50 vitamin C sebesar 4,77 µg/ml (a<0,01).  Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tunggal bunga rosella (0:1) menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C.  Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kayu secang dan bunga rosella pada perbandingan 2:1, 1:1, dan 1:2 memiliki efek yang sinergi berdasarkan Nilai Indeks Kombinasi (CI<1).

 

References

1. Singh RP, Sharad S, Kapur S. 2004. Free Radicals and Oxidative Stress in Neurodegenerative Diseases: Relevance of Dietary Antioxidants. Journal, Indian Academy of Clinical Medical. 5(3):218-25.
2. Bobrowski K. 2005. Free Radicals in Chemistry, Biology and Medicine : Contribution of Radiation Chemistry. Nukleonik. 50(3):S67-S76.
3. Scheibmeir HD, Christensen K, Whitaker SH, Jegaethesan J, Clancy R, Pierce JD. 2005. A Review of Free Radicals and Antioxidants for Critical Care Nurses. Intensive and Critical Care Nursing. 21:24-8.
4. Aqil F, Ahmad I, Mehmood Z. 2006. Antioxidant and Free Radical Scavenging Properties of Twelve Traditionally Used Indian Medicinal Plants. Turkish Journal of Biology. 30:177-83.
5. Badami S, Moorkoth S, Suresh B. 2004. Caesalpinia sappan a Medicinal and Dye Yielding Plant. Natural Product Radiance. 3(2):75-82.
6. Sundari D, Widowati L, Winarno MW. 1998. Informasi Khasiat, Keamanan dan Fitokimia Tanaman Secang (Caesalpinia sappan l.) Warta Tumbuhan Obat Indonesia. The Journal on Indonesian Medicinal Plants. 4(3):1-2.
7. Safitri R. 2002. Karakterisasi Sifat Antioksidan In Vitro Beberapa Senyawa yang Terkandung dalam Tumbuhan Secang (Caesalpinia sappan L.). Bandung : Disertasi Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.
8. Batubara I, Mitsugana T, Ohashi H. 2010. Brazilin from Caesalpinia sappan Wood as an Antiacne Agent. Journal of Wood Science. 56:77-81.
9. Penpun W, Thawatchai P, Sindhchai K. 2005. The Antioxidant Activity of Caesalpinia sappan L. Heartwood in Various Ages. Naresuan University Journal. 13(2):43-52.
10. Maryani H, Kristiana. 2008. Khasiat dan Manfaat Rosella. Jakarta : Agromedia Pustaka. 2-4, 6-7, 25-27.
11. Liuqing Y, Ying G, Ting Z, Jiangji Z, Fang L, Bingtao Z, Xiangyang W. 2012. Antioxidant Capacity of Extract from Calyx Fruits of Roselle (Hibiscus sabdariffa L.). African Journal of Biotechnology. 11(17) 4063-4068.
12. Unlu GV, Candan F, Sokmen A, Dafefera D, Polissiou M, Sokmen M, Donmez E, Tepe B. 2003. Antimicrobial and Antioxidant Activity of the Essential Oil and Methanol Extracts of Thymus pectinatus Fisch. et Mey. Var. pectinatus (Lamiaceae). Journal of Agricultural and Food Chemistry. 51:63-70.
13. Ryan M, Juanda, Syarifah R, Rita R. 2012. Efektivitas Penggunaan Jenis Pelarut dan Asam dalam Proses Ekstraksi Pigmen Antosianin Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4:3.
14. Jackman RL, Smith. 1996. Anthocyanins and Betalanins. Di dalam Natural Food Colorants. Hendry, G.A..F. dan J.D. Houghton (ed.). London : Blackie Academic & Proffesional.
15. Ketaren S. 1986. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta : UI Press.
16. Bronnum H, Flink. 1985. Anthocyanin Colorants from Elderberry (Sambucus nigra L.). Journal of Food Technology. 20:714-723.
17. Sukhapat N, Ungphaiboon S, Itharat A, Puripattanavong, Pinsuwan S. 2004. Influence of pH on antioxidant activity of Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) extract in aqueous solution. Thailand: The 10th World Congress on Clinical Nutrition: Nutrition in the Next Decade: Nutraceutical/Functional Food: Product Performance in Health, Disease and Safety. Abstract book. Organized by PSU, INC and BIOTEC.
18. Regina TP, Siti M, Antuni W. 2012. Karakter Ekstrak Zat Warna Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Sebagai Indikator Titrasi Asam Basa. Yogyakarta: Prosiding Seminar Nasional Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta.
19. Wen JL, Xian LC, Jing L, Rui CL, Gang LW, Shu SD, Zhi LL. 2012. Phenolic Compounds and Antioxidant Activities of Liriope muscari. China : Molecules. 17:1797-1808.
20. Ariyanto R. 2006. Uji aktivitas Antioksidan, Penentuan Kandungan Fenolik dan Flavonoid Total Fraksi Kloroform dan Fraksi Air Ekstrak Metanolik Pegagan (Cantella asiatica L. Urban). Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
21. Chou JH. 1975. A General Procedure For Determination of Median-Effect Doses by A Double Logarithmic Transformation of Dose-Response Relationships. Federation Proceedings. 34: 228.
Published
2016-04-26
How to Cite
Yulianty, R., Murdifin, M., & Asma, N. (2016). Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 349-356. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.132