Aktivitas Antibakteri Kulit Batang Libo (Ficus variegate Blume)

  • Rizka Amelia Saleh
  • Agung Rahmadani
  • Lizma Febrina
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
Keywords: Antibacterial, Bark Libo, Minimum Bactericidal Concentration (MBC)

Abstract

Bahan antimikroba merupakan komponen alam semisintesis atau sintesis yang dapat mengganggu metabolisme dan menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba. Bahan antimikroba dapat berasal dari senyawa kimia sintesis atau dari tumbuhan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan antimikroba adalah kulit batang libo yang mengandung fenol, tanin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif dari ekstrak metanol dan fraksi n-butanol kulit batang libo menggunakan metode disc-diffusion dengan mengamati Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Bakteri yang diujikan adalah Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Bakteri yang diujikan adalah Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak metanol yang digunakan adalah 1%, 5%, 10% dan 15% sedangkan konsentrasi fraksi n-butanol yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%.. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antibakteri pada kulit batang libo yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar paperdisk. Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan ANAVA satu arah serta uji lanjutan Beda Nyata Jujur Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) konsentrasi uji pada fraksi n-butanol dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.coli maupun S.aureus namun terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) untuk ekstrak metanol dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Konsentrasi efektif ekstrak metanol kulit batang libo sebagai antibakteri adalah 10%.

 

References

1. Darmadi (2008). Infeksi nosokomial: problematika dan pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika
2. Jawetz, Melnick. 2001. Mikrobiologi Kedokteran : Edisi 1. Jakarta : Salemba Medika
3. Gladwin, M., Trattler, B., 2011, Clinical Microbiology: Made Ridiculously Simple Edition 5, International journal of infectious diseases : IJID : official publication of the International Society for Infectious Diseases
4. Rijai, Laode. 2013. Potensi Tumbuhan Libo (Ficus variegata Blume) Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial J. Trop. Pharm. Chem. 2. (3). 166-179.
5. Sarker, S. D. dan Lutfun N. 2009. Kimia Untuk Mahasiswa Farmasi, Bahan Kimia Organik, Alam dan Umum. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
6. Sangi, M., Runtuwene. 2008. Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara. Chemistry Progress. 1:47-53.
7. Rahayu, S. 2009. Pengaruh Perbandingan Berat Bahan dan Waktu Ekstraksi. Terhadap Minyak Biji Pepaya Terambil. Journal Industri dan Informasi. Vol 4. No 5
8. Febrina, Lizma. 2015. Optimalisasi Ekstraksi dan Uji Metabolit Sekunder Tumbuhan Libo (Ficus variegate blume). J. Trop. Pharm. Chem. Vol 3. No. 2
Published
2016-04-26
How to Cite
Saleh, R. A., Rahmadani, A., Febrina, L., & Rusli, R. (2016). Aktivitas Antibakteri Kulit Batang Libo (Ficus variegate Blume). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 357-363. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.133

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>