Identifikasi Senyawa Kimia yang Memiliki Aktivitas Antioksidan Dalam Fase Etilasetat Endokarpium Bawang Hutan

  • Wiwi Winarti
  • Yatri Hapsari
  • Fransiska Kurniati
Keywords: Scorodocarpus borneensis, fase etil asetat, antioksidan

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya  mengenai aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol  dalam fase etil asetat kulit kayu bawang hutan yang diperoleh secara refluks dan  maserasi, diketahui bahwa nilai IC 50 dari ekstrak  tersebut adalah 39,66 bpj dan 87,08 bpj. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fase etilasetat dari ekstrak etanol endokarpium bawang hutan. Pada peneltian ini dilakukan pembuatan ekstrak secara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak kental etanol dipartisi dengan n-heksana, etil asetat dan air. Selanjutnya pada ekstrak etilasetat dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH, kemudian difraksinasi dengan kromatografi kolom pertama. Fraksi yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan pada konsentrasi 100 bpj. Fraksi yang mempunyai nilai % inhibisi tertinggi difraksinasi kembali dengan kromatografi kolom kedua. Selanjutnya dilakukan pemurnian dengan KLT preparatif dan hasil KLT preparatif diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis, FTIR dan KG-SM. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak etil asetat mengandung golongan senyawa kimia flavonoid, steroid, triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin. Uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak dari fraksi etil asetat diperoleh nilai IC50 sebesar 51,52 bpj. Hasil fraksinasi kromatografi kolom pertama isolat-2 dengan nilai % inhibisi sebesar 42,86%. Isolat terpilih dari  hasil pemurnian dengan KLT preparatif adalah isolat 2.7.2 Berdasarkan analisis spektra UV-Vis, FTIR dan KG-SM diduga senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan adalah kolesta-3,5-dien.

References

1. Widjaja S, editor, 2008. Antioksidan: pertahanan tubuh terhadap efek oksidan dan radikal bebas. Majalah Ilmu Fakultas Kedokteran USAKTI. 1997;16(1):1659-72 dikutip dari Rachman F, Logawa ED, Hegartika H, Simanjuntak P. Aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan kombinasinya dari tanaman Curcuma sp. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Vol,6 (2):69-74.
2. Amrun H, Umiyah, 2008. Pengujian antiradikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) ekstrak buah kenitu (Chrysophyllum cainito L.) dari daerah sekitar Jember. Jurnal Obat Bahan Alam.3(2):34-9 dikutip dari Rachman F, Logawa ED, Hegartika H, Simanjuntak P. Aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan kombinasinya dari tanaman Curcuma sp. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Vol. 6 (2):69-74.
3. Yuhernita, dan Juniarti. 2011. Analisis senyawa metabolit sekunder dari ekstrak metanol daun surian yang berpotensi sebagai antioksidan. Makara, Sains ;15(1):48-52.
4. Kubota K, Matsumoto M, Ueda M, Kobayashi A, 1994. New antimicrobial coumpound from Scorodocarpus borneensis. Biosci Biotech Biochem ; 58 (2): 430-431.
5. Kubota K, lim H, Kobayashi A, Sugawara F, 1998. Sulfur-containing compounds from Scorodocarpus borneensis and their antimicrobial activity. Phytochemistry. Vol.48: No. 5: p. 787-790.
6. Rinawati, 2010. Penetapan parameter faramakognosi dan uji antioksidan, antimikroba, toksisitas ekstrak etil asetat kulit batang dan daun bawang hutan Olacaceae (Scorodocarpus borneensis Becc.) (Skripsi). Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.
7. Hartanti JN,2010. Karakterisasi farmakognosi dan uji aktivitas biologi ekstrak air daun bawang hutan (Scorodocarpus borneensis Becc.), Olacaceae (Skripsi). Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila.
8. Kubota K, Kobayashi A,1994. Sulfur compounds in wood garlic (Scorodocarpus borneensis Becc.) as versatile food components. Departement of Nutrition and Food Science, Ochanomizu University. Tokyo 112, Japan
9. Scorodocarpus borneensis. Diambil darihttp://www.flickr.com/photos/pudin2008 /2967187836/. Diakses 12 Desember 2012.
10. Farnsworth NR, 1966. Phytochemical screening. Chicago: Departement of Pharmacognosy and Pharmacology college of Pharmacy; p. 26-62.
11. Winarsi H,2007. Antioksidan alami dan radikal bebas. Edisi V. Yogyakarta: Kanisius; h. 18, 20, 11-82.
12. Skoog D, Holler FJ, Crouch S, 2007. Principles of instrumental analysis 6th ed. Canada: Thomson Brooks/Cole;. h. 430-4.
13. Silvertein M, Webster FX, Kiemle DJ,2005. Spectrometric Identification of Organic Compounds. 7th ed. New York: John Wiley and Sons;. h. 72-80, 215-7.
Published
2016-04-26
How to Cite
Winarti, W., Hapsari, Y., & Kurniati, F. (2016). Identifikasi Senyawa Kimia yang Memiliki Aktivitas Antioksidan Dalam Fase Etilasetat Endokarpium Bawang Hutan. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 453-465. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.146