AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANALISIS FITOKIMIA Myrmecodia beccarii Hook.f. ASAL PAPUA

  • Yuli Astuti
  • Septriyanto Dirgantara
  • Elsye Gunawan
  • Komar Ruslan Wirasutisna
Keywords: Sitotoksik, fitokimia, Myrmecodia beccarii, LC-MS

Abstract

Latar belakang dan tujuan : Tumbuhan sarang semut Myrmecodia beccari Hook.f., (family Rubiaceae) adalah tumbuhan obat asli dari Papua yang memiliki potensi secara tradisional sebagai penguat kekebalan tubuh, mengatasi nyeri otot dan mengobati peradangan. Namun, bukti penelitian ilmiah mengenai tumbuhan ini masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas sitotoksik dan analisis fitokimia tumbuhan sarang semut. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Fraksinasi dengan ekstraksi cair-cair menghasilkan fraksi n-heksana,fraksi etil asetat dan fraksi metanol. Penapisan fitokimia dan pengujian aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi aktif dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Fraksi aktif sitotoksik selanjutnya dilakukan analisis dengan Kromatografi Cair- Spektrometer Massa (LC-MS) untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang memiliki potensi aktivitas sitotoksik tertinggi. Hasil dan Pembahasan: Fraksi etil asetat memberikan potensi aktivitas sitotoksik tertinggi dibandingkan dua fraksi lainnya. Fraksi aktif etil asetat mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik dan tanin. Tiga senyawa berhasil diidentifikasi dari fraksi etil asetat yang dianalisa dengan LC-MS.  Kesimpulan : Penelitian tentang aktivitas sitotoksik dan analisis senyawa aktif untuk tumbuhan Myrmecodia beccarii Hook.f. ini adalah yang pertama kali untuk spesies tanaman ini dan berhasil diidentifikasi tiga senyawa dari fraksi etil asetat dengan berat molekul senyawa berurutan 291; 563 dan 385.

References

1. Natural. 2006. Senyawa Aktif Bersarang di Sarang Semut. Majalah Hal 18-19. Jakarta
2. Huxley, C.R. & M.H.P. Jebb. (1993): The tuberous epiphytes of the Rubiaceae 5: A revision of Myrmecodia. Blumea 37:271-334
3. De Padua,L. (1999): Medicinal and Poisonous Plants, Plant Resources of South-East Asia, Prosea Foundation, Bogor.
4. Dirgantara, S., A.Nawawi., M. Insanu. (2013). Uji Aktivitas Antioksidan Tiga Spesies Tanaman Sarang Semut (Famili: Rubiaceae) Asal Kabupaten Merauke, Papua. Jurnal Biologi Papua., 5(1) :10-16
5. Hertiani,T., E. Sasmito, Sumardi and M. Ulfah. (2010): Preliminary Study on Immunomodulatory Effect of Sarang-Semut Tubers Myrmecodia tuberosa and Myrmecodia pendens. OnLine Journal of Biological Sciences 10 (3): 136-141.
6. Soeksmanto, A., M.A. Subroto, H. Wijaya and P. Simanjuntak. (2010): Anticancer activity for extracts of Sarang-Semut plant (Myrmecodia pendens) to HeLa and MCM-B2 cells. Pakistan J. Biol. Sci., 13: 148-151.
7. Prachayasittikul, S., P. Buraparuangsang, A. Worachartcheewan, C. Isarankura-Na-Ayudhya, S. Ruchirawat and V. Prachayasittikul. (2008): Antimicrobial and antioxidative activities of bioactive constituents from hydnophytum formicarum jack. Molecules, 13: 904-921.
8. Meyer BN, Ferigni NR, Putnam JE, Jaconsen LB, Nichols DF, Mc laughin JL. 1982. Brine Shimp A Convenient General Bioassay for Active Plant Constituents. Planta Medica 45, 31-34.
9. Franswort NR. (1966): Biological and Phytochemical Screenings of Plant. J. Pharm. Sci., 55(3):225-265.
Published
2016-04-26
How to Cite
Astuti, Y., Dirgantara, S., Gunawan, E., & Wirasutisna, K. R. (2016). AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANALISIS FITOKIMIA Myrmecodia beccarii Hook.f. ASAL PAPUA. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 466-473. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.147