Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu Laban (Vitex pinnata L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

  • Florensius Rinaldi F
  • Arsyik Ibrahim
  • Jaka Fadraersada Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Laode Rijai Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-1087-1112
Keywords: Antimikroba, BSLT, Refluks, Uji Fitokimia, Vitex pinnata

Abstract

Laban (Vitex pinnata) merupakan salah satu tanaman tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat dayak, untuk menyembuhkan diare dan disenteri Dalam penelitian ini digunakan bagian kulit kayunya sebagai sampel. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung nilai rendemen, mengidentifikasi senyawa aktif dan analisis toksisitas dari kulit kayu laban dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang Artemia salina L. sebagai bioindikator. Penelitian ini dimulai dari ekstraksi kulit kayu laban (Vitex pinnata) dengan metode refluks, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol kemudian dipekatkan, lalu dihitung nilai rendemen, dilakukan uji fitokimia dan uji toksisitas. Dari proses ekstraksi, diketahui bahwa nilai rendemen ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) adalah sebesar 17%. Dari uji metabolit sekunder, diperoleh data bahwa ekstrak kulit kayu laban positif mengandung flavonoid, tanin dan senyawa fenolik. Dari hasil uji toksisitas diperoleh bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban memiliki nilai toksisitas sebesar 177 ppm. Dari nilai LC50 ini, diduga bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) memiliki aktivitas sebagai antimikroba.

References

Cahyadi, Robby. 2011. Acute Toxicity Test of Bitter Melon Fruit (Momordica charantia) Extract against Artemia salina Leach Larvae using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Universitas Diponegoro : Semarang.
Marliana, E. dan Pasaribu, M. 2007. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Vitex pinnata L. terhadap Radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl. Jurnal Kimia Mulawarman. 9 (1):4-6.
Reveny, Julia. 2011. Daya Antimikroba Ekstrak dan Fraksi Daun Sirih Merah (Piper betle Linn.). Universitas Sumatera Utara : Medan.
Ruwaida, D.G. 2010. Uji Toksisitas Senyawa Hasil Isolasi Rumput Mutiara
(Hedyotis corymbosa (L.)Lamk.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Universitas Sebelas Maret : Surakarta.
Tenmozhi, S & Subasini U. 2016. Morpho-anatomical and Psychochemical Evaluation of Vitex pinnata linn Leaves. European Journal of Biomedical and Pharmaceutical Sciences. 3 (4) 483 – 492.
Wewengkang, Defny. 2014. Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Fenolik Korteks Umbi Ubi Kayu (Manihot esculenta) Daging Putih & Kuning. Universitas Sam Ratulangi : Manado.
Published
2016-11-01
How to Cite
Rinaldi F, F., Ibrahim, A., Fadraersada, J., & Rijai, L. (2016). Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu Laban (Vitex pinnata L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 4(1), 133-139. https://doi.org/10.25026/mpc.v4i1.172

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >>