Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Buah Libo (Ficus Variegata B.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar

  • Maileh Toding
  • Aditya Fridayanti Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Welinda Dyah Ayu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
Keywords: Penyembuh luka, Luka sayat, Buah Libo, Tikus putih, fraksi etil-asetat

Abstract

Buah Libo merupakan salah satu tumbuhan di Indonesia yang telah dilakukan penelitian dan terbukti berpotensi sebagai sumber bahan antioksidan, sitotoksik atau antikanker, pembasmi larva Aedes aegypti dan sebagai antibakteri. Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks sehingga usaha untuk menemukan suatu agen penyembuhan luka yang efektif terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraksi etil asetat buah libo dalam proses penyembuhan luka sayat. Fraksi etil asetat buah libo diperoleh dari proses maserasi dengan -heksan lalu dilanjutkan maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak yang didapatkan dilanjutkan dengan proses fraksinasi menggunakan pelarut etil-asetat. Fraksi diberikan secara topikal dalam tiga tingkatan konsentrasi yaitu 1%, 5%, dan 10%. Fraksi diujikan terhadap luka sayat sepanjang 2 cm pada punggung tikus. Kontrol positif yang digunakan adalah Povidone Iodine, sedangkan kontrol negatif diberikan air suling sebagai plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah libo dapat mempercepat menyembuhkan luka sayat pada tikus putih. Kelompok uji dengan konsentrasi 10% memiliki efek terbaik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat.

References

Achmad, S. A., 1986, Kimia Organik Bahan Alam. Karunika. Jakarta.

Borkow, G., 2004, Copper’s Role in Wound Healing. Cupron. Property of Cupron Inc.

Brander, G. C., Pugh, D. M., Bywayer, R. J., and Jenkins, W. L., 1991, Veterinary Applied Pharmacology and Therapeutic, 5th edition. Baillere Tindal. ELBS: Inggris.

Dahlan, M.,. 2010, Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi ke-5. Penerbit Salemba Medika: Jakarta.

David, S. J., 2010, Buku Statistik Farmasi. Penerbit EGC Kedokteran: Jakarta.

DepKes RI., 2000, Uji Klinik Obat Tradisional. Dirjen POM Depkes RI: Jakarta.

DepKes RI., 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

DepKes RI., 1986, Sediaan Galenik. Departemen Kesehatan RI:Jakarta.

Diegelmann, R. F., 2004, Wound Healing: An Overview Of acute, Fibrotic And Delayed Healing. Frontiers in Bioscience 9. Hal. 283-289

Dunn, M. D. Ph. D., David, L., 2002, Ethicon Wound Closure Manual. Ethicon inc. American.

Febrina, L., Rusli, R., Muflihah, F., 2015, Optimalisasi Ekstraksi dan Uji Metabolit Sekunder Tumbuhan Libo (Ficus variegata Blume). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3. (2).74-81. DOI: https://doi.org/10.25026/jtpc.v3i2.153

Harbone, J.B., 1987, Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerbit ITB: Bandung.

Kozier, B., Erb., & Oliver, R., 2004, Fundamental of nursing; consept, process and practice, Edisi 4. California: Addison-Wesley Publishing CO

Perdanakusuma, D. S., 2007, Anatomi Fisiologi Kulit dan Penyembuh Luka. Airlangga University School of Medicine: Surabaya.

Ratnaningtyas, N., 2010, Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Delima Merah (Punica Ganatum) Terhadap Jumlah Eritrosit dan Kadar Hemoglobin Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang di Papar Gelombang Elektromagnetik Ponsel. Skripsi Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Rijai, L., 2013, Potensi Tumbuhan Libo (Ficus Variegata, Blume) Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial. Journal Tropical Pharmacy and Chemistry. 2 (3). 167-179. DOI: https://doi.org/10.25026/jtpc.v2i3.63

Riwidikdo, H. 2008, Statistik Kesehatan. Mitra Cendikia Press. Yogyakarta.

Rusli, R., Hardina, M.P., Muflihah, F., Rahmadani, A., 2015. Profil Kromatografi Senyawa Aktif Antioksidan dan Antibakteri Fraksi N-Heksana Daun Libo (Ficus variegata Blume.). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3. (2). 124-130. DOI: https://doi.org/10.25026/jtpc.v3i2.98

Sarker, S. D., Lutfun, N., 2007, Kimia Untuk Mahasiswa Farmasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Sarker, S. D., Lutfun, N., 2009, Kimia Untuk Mahasiswa Farmasi, Bahan Kimia Organik, Alam dan Umum. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Sastrohamidjojo, H., 1996, Sintesis Bahan Alam. Gadjah Mada Press: Yogyakarta.

Semer, N,. 2003, The HELP Guide to Basics of Wound Care. Global-Help Organization. USA. Hal. 3-9

Simanjuntak, M., 2008, Ekstraksi dan Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum. L) Serta Pengujian Efek Sediaan Krim Terhadap Penyembuhan Luka Bakar. USU Reposity: Medan. Hal. 24-37

Thakur, R., 2011, Practices in Wound Healing Studies of Plants. Review Article. Evidance-Based Complementrary and Alternative Medicine. Hindawi Publishing Corporation

Voight, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, diterjemahkan oleh Noerono, S., Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Vogel, A.I., & Tatchell, A. R., Furnis, B. S., Hannaford, A. J. And P. W. G. Smith. 1996, Vogel’s Textbook of Practical Organic Chemistry, 5th Edition. USA: Prentice Hall.
Published
2016-11-01
How to Cite
Toding, M., Fridayanti, A., Ayu, W. D., & Rusli, R. (2016). Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Buah Libo (Ficus Variegata B.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 4(1), 193-199. https://doi.org/10.25026/mpc.v4i1.181

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>