POTENSI EKSTRAK DAUN PISANG (Musa textilis Née) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH

  • Rama Febryanto
  • Hajrah Hajrah Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Laode Rijai Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-1087-1112
Keywords: Musa textilisNée, potensi penurunan gula darah, metabolit sekunder

Abstract

Tanaman pisang telah umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat dalam pengobatan tradisional. Masyarakat Mahakam Ulu secara empiris menggunakan daun kering pisang sebagai obat untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) dan potensinya dalam menurunkan kadar gula darah secara invivo dengan menggunakan metode toleransi glukosa. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawa flavonoid. Ekstrak daun kering pisang memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah  mencit galur Swiss Webster pada dosis uji 100, 200 dan 400 mg/kgBB. Simpulan penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) berpotensi sebagai penurun kadar gula darah.

References

Brahmachari, G., 2011. Bio- Flavonoids With Promising Antidiabetic Potentials: A Critical Survey, Research Signpost.
Depkes RI. 2005.Parmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Melitus, Jakarta, Departemen Kesehatan RI.
Dirjen POM Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Farsnworth, N. R. 1966. Biological and Phytochemical Screening of Plant. Journal of Pharmaceutical Sciences. 55: 59
Grant, Christian W., Shane K Duclos, Catherine M Moran-Paul, Barak Yahalom, Rebecca S Tirabassi, Guillermo Arreaza-Rubin, Lisa M Spain, and Dennis L Guberski. 2014. Development of Standardized Insulin Treatment Protocols for Spontaneous Rodent Models of Type 1 Diabetes. American Association for Laboratory Animal Science. Volume 62 No 5.
Harborne, J. B. 1996. Metode Fitokimia. Terbitan ke-II. a.b. Kosasih Padmawinata. Penerbit ITB. Bandung.
Katno dan Pramono, S., 2003, Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Tanaman Obat Tradisional. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Novrial, D; Sulistyo, H; dan Setiawati. 2012. Comparison of Antidiabetic Effect of Honey, Glibenclamide Metformin And Their Combination In the Streptozotocin Induced Diabetic Rat. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan. Kesehatan Masyarakat FKIK Unsoed. Vol (3-4).
Kumari, M dan Jain, S. 2012. Tannins : An Antinutrient with Positive Effect to Manage Diabetes. Research Journal of Recent Science. Vol 1(12) : 70-1.
Ros, I.A. 2000. Chemical Constituents, Traditional and Modern Medical Use. Med Plants of the World J. 2
Published
2016-11-01
How to Cite
Febryanto, R., Hajrah, H., & Rijai, L. (2016). POTENSI EKSTRAK DAUN PISANG (Musa textilis Née) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 4(1), 282-288. https://doi.org/10.25026/mpc.v4i1.194

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>