Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien Diabetic Foot di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Agustus-Oktober 2016

  • Yunita Setianingsih
  • Jaka Fadraersada Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Arsyik Ibrahim Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Adam M. Ramadhan Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Keywords: Diabetic Foot, Karakterisasi bakteri, Identifikasi bakteri, Resistensi Antibiotik

Abstract

Kasus ulkus dan gangren diabetik merupakan kasus diabetic foot yang banyak dirawat di rumah sakit. Untuk menanggulangi penyakit ini digunakan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri penginfeksi diabetic foot uji kepekaan bakteri terhadap beberapa antibiotik pilihan. Penelitian ini dilakukan secara prospektif. Pengoleksian sampel diawali dengan pengumpulan rekam medis pasien, kemudian dilanjutkan dengan pengoleksian sampel pus (nanah). Setelah itu dilakukan kultur bakteri yang dilanjutkan dengan karakterisasi yang meliputi uji mikroskopi dengan pengecatan gram. Selanjutnya dilakukan identifikasi biokimia dan uji sensitivitas antibiotik dengan menggunakan Vitex 2 system version 06.01 (biomereux). Berdasarkan pola kepekaan bakteri didapatkan Acinetobacter sp muncul sebagai bakteri  resisten 100 % terhadap (amoksiklav dan 60 % koloninya resisten terhadap seftriakson dan sefotaksim) Pseudomonas aeruginosa yang resisten 100 % terhadap Amoksiklav, Seftriakson, Sefotaksim. Sedangkan MRSA dan S. haemolyticus  resisten terhadap semua turunan Methicillin dan Betalaktam.

References

1. Akbar T.G, Karimi Jazil, Anggraini Dewi. 2014. Pola Bakteri Dan Resistensi Antibiotik Pada Ulkus Diabetik Grade Dua Di Rsud Arifin Achmad Periode 2012. JOM, Vol 1 No 2.
2. Budiarto, Eko dan Dewi Anggraeni. 2002. Epidemiologi. Jakarta : EGC
3. CLSI. 2015. Clinical and Laboratory Standar Institude: M100-S24 Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing; Twenty-Fifth Informational Supplement. Clinical and Laboratory Standards Institute 950 West Valley Road, Suite 2500 Wayne, PA 19087 USA

4. Depkes, R.I., 2009 Klasifikasi Umur Menurut Kategori. Jakarta: Ditjen Yankes.
5. Gunawan, S., Setiabudy, R. & Nafrialdi. 2009. Farmakologi dan terapi. Edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FK.
6. Hancock, R.E., & Speert, D. P., 2000. Antibiotic Resistance in Pseudomonas aeruginosa: Mechanisms and Impact on Treatment, Drug Resistance update, 3, 247-255.
7. Lipsky B.A. 2004. Medical Treatment of Diabetic Foot Infections. Clinical Infection Disease, 39, 104–14.
8. Lipsky BA, Berendt AR, Cornia PB, Pile JC, Peters EJG, Armstrong DG, et al. 2012.Infectious Diseases Society of America Clinical Practice Guideline for the Diagnosis and Treatment of Diabetic Foot Infections. Clinical Infectious Diseases 2012;54(12):132–173.
9. Misnadiarly. 2006. Diabetes mellitus: Gangren, Ulcer, Infeksi. Mengenal gejala, Menanggulangi, dan Mencegah komplikasi Ed.1.Jakarta: Pustaka Populer Obor.
10. Mahmudah, R, Soleha, TU dan Ekowati, C. 2013, Identifikasi Methicillin-Resistant Stapylococcus aureus (MRSA) pada Tenaga Medis dan Paramedis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dan Ruang Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek. Medical Journal of Lampung University, Vol 2, pp. 71-76
11. Ninisita, Sri Hadi, Djoko Wahyono, I Dewa Putu Pramantara S .2012.Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Infeksi Kaki Diabetik: Studi Kasus Rawat Jalan Di Poliklinik Endokrinologi Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta. Jurnal Managemen dan Pelayanan Farmasi Volume 2 Nomer 4.
12. Price, S. A. 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses Proses Penyakit (Edisi 6.Vol 2). Jakarta : EGC.
13. Radji, M., Siti, F., Nurgani, A., 2011. Antibiotic Sensitivity Pattern of Bacterial Pathogens in The Intensive Care Unit of Fatmawati Hospital Jakarta. Asian Pac J Trop Biomed, Jakarta, 1, 1, pp. 39-42.
14. Radji M., Putri C.S. and Fauziyah S.. 2014. Antibiotic Therapy for Diabetic Foot Infections ina Tertiary CareHospital in Jakarta Indonesia, Diabetes and Metabolic Syndrome: Clinical Research and Reviews, 221-224.
15. Refdanita,Maksum R Nurgani A, Endang P.2014. Pola Kepekaan Kuman Terhadap Antibiotik Di Ruang Rawat Intensif Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Tahun 2001-2002. Makara Kesehatan Volume 8 No. 2 Hal 41-48.
16. Roza L. Rizky, Afrian Rudy, Edward Zulkarnain. 2015. Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang.Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1).
17. Rodrigues Jude and Mitta Nivedita. 2011. Diabetic Foot and Gangrene: Gangrene-Current Concepts and Management Options, Dr. Alexander Vitin (Ed.). ISBN : 978-953-307-386-6, InTech.
18. Rustini, Silvya Istiqamah, dan Fithriani Armin. 2016. Penentuan Multi Drug Resisten Pseudomonas Aeruginosa (MDRPA) Yang Berasal Dari Sampel KlinisPasien Rsup Dr. M. Djamil Padang. Prosiding Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia 2016 e-ISSN : 2541-0474.
19. Sulistianingsih,Dirk Y.P. Runtuboi Dan Lucky V. Waworuntu 2014. Sensitivitas Antibiotik Terhadap Bakteri yang Disolasi dari Ulkus Diabetika di RSUD Abepura, Kota Jayapura. Jurnal Biologi Papua Volume 6 Nomor 2.
20. Tentolouris N. Introduction. Dalam: Katsilambros N, Dounis E, Makrilakis K, Tentolouris N, Tsapogas P. Atlas of the Diabetic Foot. Edisi II. Singapore: Blackwell Publishing; 2010.
Published
2016-11-01
How to Cite
Setianingsih, Y., Fadraersada, J., Ibrahim, A., & Ramadhan, A. M. (2016). Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien Diabetic Foot di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Agustus-Oktober 2016. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 4(1), 407-414. https://doi.org/10.25026/mpc.v4i1.212