Kajian Kesesuaian Pemilihan Antibiotik Empiris pada Pasien Sepsis di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

  • Arwin Widi Astutik
  • Nurul Annisa Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
  • Arsyik Ibrahim Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Sepsis, antibiotics empirical, resistance

Abstract

Terapi antibiotik empiris merupakan salah satu komponen penunjang keberhasilan terapi sepsis. Pemilihan antibiotik empiris harus rasional, adekuat dan tepat untuk menghindari terjadinya resistensi dan mengurangi mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk studi pada pasien sepsis yang meliputi karakteristik pasien sepsis, pola penggunaan antibiotik empiris, pola sensitivitas dan resistensi bakteri terhadap antibiotik, dan menilai kesesuaian pemilihan antibiotik empiris berdasarkan hasil kultur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif pada bagian rekam medis, dengan kriteria inklusi, subjek penelitian adalah pasien diagnosa sepsis, dewasa, dan dirawat inap di ICU RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda selama periode Januari-Oktober 2016. Antibiotik empiris yang digunakan adalah sefotaksim 16 kali penggunaan dengan resistensi sebesar 87,5% dan seftriakson 30 kali penggunaan dengan resistensi sebesar 80%. Kesesuaian antibiotik berdasarkan uji sensitivitas bakteri menunjukkan persentase kesesuaian adalah 8,69%.

References

Khan ZU, Salzman GA. 2007. Management of sepsis: The surviving sepsis guidelines for early therapy. Hospital Physiscians 43(6) 21-30
Napitulu H. 2010. Laporan kasus sepsis. Anastesia and Critical Care. 28 (3) 50-58
Widod Dewi Roland A. Tumbelaka. 2010. Penggunaan steroid dalam tata laksana sepsis. Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sari Pediatri 11 (6) 387-94
Tony Yu, Black E, Sands KE, et al. 2003. Severesepsis: variation in resourceand therapeutic modality use among academic centers.Critical Care 7(3):R24-R34
Suharjo B Cahyono. 2007. Terapi Antibiotika Empiris Pada Pasien Sepsis Berdasarkan Organ Terinfeksi. Dexa Medika. Vol. 20 No.2
Fitch SJ, Gossage JR.2002. Optimal management of septic shock. Postgrad Med. 111(3):53-66
Berkowitz, D.M., & Martin, G.S., 2007, Sepsis and Sex Can We Look Beyond Our Hormones. Chest, 132 (6), 1725–1727
Ibrahim, N.L., 2014, TNF_: A signaling pathway related to the activation of NF- κB, UKJournal of Pharmaceutical and Biosciences, 2 (3), 21–24
Hawkley, L.C., & Cacioppo, J.T., 2004, Stress and the aging immune system, Brain, Behavior, and Immunity, 18 (2), 114–119
Dewi, R., 2011. Sepsis Pada Ana : Pola Kuman dan Uji kepekaan, Majalah Kedoktran Indonesia, 61 (3): 101-106
Levi MM. Fink MP, Marsall, Abraham E, Angus D Cooket et al. Intrnational Sepsis Definitations Conference SCCM/ESICM/CCP ATS/SIS. Intensif Care Medicine. 29 530-538
Ralph J, Christop J, Francis 2014. Antimicrobial resistence in Intensive Care Units. The lancet infectious disease 14:3 5
Sieniawski K, Kaczka K, Gaqis L, Pomorski L. Acinetobacter baumannii nosocomial infections. 2013. 85(9):483-90. Polish journal of surgery.
Rotstein C, Evans G, Born A, Grossman R. Clinical practice guidelines for HAP and VAP in adults. The Canadian journal of infectious diseases & medical microbiology. 2008(1)19:19-53.
Hidayati. 2011. Infeksi bakteri Gram negatif : focus A. baumanii. Jurnal medika kedokteran Indonesia
Grady NP, Alexander M, Dellinger P, et al. Guidelines for the preventionof intravascular catheter-related infections.Clin Infect Dis 2002;35:1281-307
AHFS. 2008. Drug Informaction, Bethesda : American Society of Health-System Pharamcists Inc
Permenkes. 2011. Permenkes RI Nomor 2406/XII tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Permenkes
Finch, R., G., 2010. Antibioticand Chemotreaphy 9 th ed Elesiver, United Kingom pp 112.
Fauziah, Radji M. Nurgani A. 2011. Hubungan penggunaan antibiotik pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri di ICU RSUP Fatmawati Indonesis, 5(3):150-8
Suharjo B Cahyono. 2005. Managemen pneumonia nosokomial fokus pada terapi antibiotik. Dexa Medika 3(18) 128-31
Dipiro, J., Talbert, R.L Yee, G. Matzke, G. well. 2011. Pharmacotherapy Approarch 8 th et. McGraw-Hill Medicine
Southwick, Frendrick S., 2007. Infectious Disease A Clinical Shourt Course, Second Edition, 63, USA. Mcgrow-Hill
Tiflah, 2006, Bakteremia pada Neonatus: Hubungan Pola Kuman dan Kepekaan terhadap Antibiotik Inisial serta Faktor Risikonya di Bangsal Bayi Risiko Tinggi (BBRT) RS. DR. Kariadi Tahun 2004, Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Published
2017-05-03
How to Cite
Astutik, A. W., Annisa, N., Rusli, R., & Ibrahim, A. (2017). Kajian Kesesuaian Pemilihan Antibiotik Empiris pada Pasien Sepsis di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 5(1), 38-47. https://doi.org/10.25026/mpc.v5i1.219

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>