Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain)

  • Nila Ayuanji Halilah
  • Lizma Febrina
  • Adam M. Ramadhan
Keywords: Nona makan sirih, Standarisasi, Metabolit sekunder

Abstract

Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun nona makan sirih berpotensi sebagai antikalkuli. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi ekstrak daun nona makan sirih agar dihasilkan bahan baku obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Dari hasil maserasi daun nona makan sirih dengan etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebesar 14%. Uji kualitatif dengan pereaksi tetes ekstrak daun nona makan sirih menunjukkan adanya flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Penetapan kadar sari larut air sebesar 12,66%, kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%, kadar sari larut etanol 96% sebesar 6%. Standarisasi  ekstrak  etanol  96%  daun  nona  makan  sirih meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Penetapan susut pengeringan dan bobot jenis dilakukan secara gravimetri, dan uji cemaran mikroba dengan metode ALT. Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis ekstrak sebesar 1,016, susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran bakteri 2,6 × 104 koloni/gram, cemaran kapang 3,8 × 103 koloni/gram.

References

[1] Kitajima, E. W., Kubo, K. S., Ferreira, P. D. T. O., Alcântara, B. K. D., Boari, A. J., Gomes, R. T., and Salaroli, R. B. 2008. Chlorotic spots on Clerodendrum, a disease caused by a nuclear type of Brevipalpus (Acari: Tenuipalpidae) transmitted virus. Scientia Agricola, 65 (1).
[2] Novalia, Neta. 2016. Efek Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsonae Balf. f) Terhadap kelarutan Kalsium Batu Ginjal Secara In Vitro. Skripsi.
[3] Hariana, H. Arief, 2013. 262 Tumbuhan Obat dan Khasiatnya.
[4] Badan POM RI, 2005. Standarisasi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Salah Satu Tahapan Penting Dalam Pengembangan Obat Asli Indonesia, InfoPOM, Volume, (6), No.4.
[5] Arifin, Helmi.,dkk. 2006. Standarisasi Ekstrak Etanol Daun Eugenia Cumini Merr., Jurnal Sains Teknologi Farmasi,11 (2).
[6] Ningsih, Dian R., Zusfahair dan Dwi K. 2016. Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder serta Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Antibakteri, Molekul, Vol. 11. No.1.
[7] Ergina, Siti Nuryanti dan Indarini Dwi Puspitasari. 2014. Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Pada Daun Palado (agave angustifolia) Yang Diekstraksi Dengan Pelarut Air Dan Etanol, Jurnal Akademika Kimia 3 (3).
[8] Rivai, H., Meliyana dan Dian H. Karakterisasi Ekstrak Spon Laut Axinella carteri Dendy Secara Fisika, Kimia Dan Fisikokimia, Jurnal Farmasi Higea, 2 (1).
[9] Seniwaty., dkk. 2009. Skrinning Fitokimia Dari Alang-alang (Imperata cylindrica L.Beauv) Dan Lidah Ular (Hedyotis corymbosa L. Lamk), Sains Dan Terapan Kimia, 3 (2).
[10] Ikalinus, Robertino., Sri Kayati W dan Ni Luh Eka S. 2015. Skrinning Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera), Indonesia Medicus Veterinus 4 (1).
Published
2017-11-08
How to Cite
Halilah, N. A., Febrina, L., & Ramadhan, A. M. (2017). Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6(1), 36-40. https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.254

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>