Observasi Klinik Perubahan Kadar Malondialdehid pada Perokok dan Non-Perokok dengan Pemberian Minuman Antioksidan Jus Buah Naga Merah (H.Polyrhizus)

  • Pasuria Panjaitan
  • Nurul Annisa
  • Laode Rijai
Keywords: Malondialdehid, Buah Naga Merah, Hylocereus polyrhizus

Abstract

Malondialdehid (MDA) adalah salah satu biomarker terjadinya stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) terhadap kadar MDA urin pada responden perokok dan non-perokok. Pemberian jus buah naga merah dilakukan selama 7 hari dengan dosis 200 gram/orang. Diukur kadar MDA responden perokok dan non-perokok pada hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7 dan dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ= 531 nm. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata penurunan kadar MDA urin pada 5 responden perokok secara berturut-turut adalah 1,140;0,527;0,421;0,038;0,052 mg/dl (rata-rata= 0,435 mg/dl). Sedangkan 3 responden non-perokok, terjadi penurunan kadar MDA urin yaitu 1,033;0,505;0,842 mg/dl (rata-rata=0,793 mg/dl) dan terjadi kenaikan MDA urin pada 2 responden non-perokok yaitu 0,123;0,271 mg/dl (rata-rata=0,197 mg/dl). Dari data observasi klinik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jus buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) memiliki aktifitas sebagai antioksidan.

 

References

[1]. Adyttia, A. Untari EK & Wahdaningsih S. 2014. Efek ekstrak etanol daun Premna cordifolia terhadap malondialdehida tikus yang dipapar asap rokok. J Pharm Scie 1(2): 104-115
[2]. Agarwal et al. 2008. Evaluation of Wound Healing Activity of Extracts of Plantain Banana (Musa sapientum var. paradisiaca) In Rats. Indian J. Exp. Biol. 47. 322-340
[3]. Allam. et al. 2013. Effect of Acrylamide on the Depelovment of Medula Oblongata in Albino Rat: Biochemical and Morphological Studies. African Journal of Pharmacy and Pharmacology. Vol 7(20)
[4]. Anthom, Wiyanto. P. 1998. Hubungan Antara Kadar Malondialdehid dengan Hematuria Mikroskopik Perokok Sehat. Semarang
[5]. Ardhie, A.M. 2011. Radikal Bebas dan Peran Antioksidan dalam Mencegah Penuaan. Jurnal Medicinus. Vol 2(1)
[6]. Bannister JV. et al. 1987. Aspects of the structure, function and applications of superoxide dismutase. CRC Critical Reviews Biochemistry 22(2): 110-180
[7]. Cahyono, B. 2009. Sukses Bertanam Buah Naga. Pustaka Mina. Jakarta.
[8]. Church DF & Pryor WA. 1985. Free-radical chemistry of cigarette smoke and its toxicological implications. Environmental Health Perspectives 64: 111 126
[9]. Fridovich I. 1981. Oxygen & living processes: Superoxides radical and superoxide dismutase. New York: Springer New York
[10]. Fitria, Triandhini. dkk. 2013. Merokok dan Oksidasi DNA. J.Sains Medika 5(2): 113-120
[11]. Hardjadinata. 2010. Budidaya Buah Naga Super Red secara Organik. Penebar Swadaya. Bogor.
[12]. Haliwell B & Whiteman M. 2004. Measuring reactive species and oxidative damage in vivo and in cell culture: how should you do it and what do the result mean. J. Pharmacol. 142:231-255
[13]. Harborne, J. B. 1993. Metode Fitokimia: Penentuan Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. ITB. Bandung
[14]. Kristanto, D. 2008. Buah Naga, Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. Jakarta
[15]. Lenny, Sofia. 2006. Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida, dan Alkaloida. Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara.
[16]. Lee N, Koo N, Min DB. 2004. Reactive oxygen species, aging, and antioxidative nutraceuticals. Comprehensive reviews in food science and food safety 3: 21-33
[17]. Lustbader ED, Hann HWL, Blumberg BS. 1983. The radicals in cigarette tar: their nature and suggested physiological implications. Science 220: 425-427
[18]. Lodovici M & Bigagli E. 2009. Biomarkers of induced active and passive smoking damage. International Journal of Environmental Research and Public Health 6: 874-888
[19]. Lodovici, M. Akpan V, Evangelisti C, Dolara P. 2004. Sidestream tobacco smoke as the main predictor of exposure to polycyclic aromatic hydrocarbons. J Applied Toxicology 24: 277-281
[20]. Madhavi et al 1996. Food Antioxidant. Marcel Dekker Inc. New York.
[21]. Mangoenprasodjo, A et al. 2005. Hidup Sehat Tanpa Rokok. Pradipta. Yogyakarta
[22]. MeCrudden, Francis H. 2000. Uric Acid. Penterjemahan Suseno Akbar. Salemba Medika: Yogyakarta
[23]. Muchtadi, D. 2013. Pangan dan Kesehatan Jantung. Penerbit Alfabeta. Bandung
[24]. Muhammad I. 2009. Efek antioksidan vitamin C terhadap tikus (Rattus norvegicus) jantan akibat pemaparan asap rokok. (Tesis). Bogor: Sekolah Pascasarjana IPB
[25]. Murray, R.K. et al. 2009. Biokimia Harper (Terjemahan Harper’s Illustrated Biochemistry 27th Edition). Penerbit EGC. Jakarta
[26]. Mates Jm. et al. 2000. Uric Acid. Penterjemah Suseno Akbar. Salemba Medika. Yogyakarta
[27]. Mardiani N. et al. 2014. Pemanfaatan Teh Kombucha Sebagai Obat Hiperurisemia Melalui Penurunan Kadar Asam Urat dan Malondialdehid. Jurnal Kimia. Vol. 8 No.2
[28]. Osawa, T. H. Et al. 1992. A Novel Antioxidant Isolated from Young Green Barley Leaves. J. Agric. Food. Chem. (40):1135-1138
[29]. Peraturan Pemerintah (pp) nomor 109 Tahun 2012. Tentang Pengaman Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Presiden R epublik Indonesia
[30]. Rauf, Rusdin. 2015. Kimia Pangan. Andi Offset. Yogyakarta
[31]. Rupinder K. 2014. Environmental tobacco smoke (ETS) – A silent killer. Journal of Life Sciences 2(2): 179-184
[32]. Selawa, W. Et al. 2013. Kandungan Flavonoid dan Kapasitas Antioksidan Total Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Jurnal Ilmiah Farmasi Pharmacon. Universitas Sam Ratulangi.
[33]. Sitepoe M. 2000. Kekhususan rokok Indonesia. Jakarta: PT Gramedia
[34]. Suarsana, I. N. et al. 2011. Pengaruh Hiperglikemia dan Vitamin E pada Kadar Malondialdehid dan Enzim Antioksidan Intrasel Jaringan Pankreas Tikus. MKB. Vol . 43. No. 2
[35]. Susanna D, Hartono B & Fauzan H. 2003. Penentuan Kadar Nikotin dalam
[36]. Asap Rokok. Jurnal Makara Kesehatan, 7(2): 38-41
[37]. Patrick L. 2006. Lead toxicity part II: the role of free radical damage and the use of antioxidants in the pathology and treatment of lead toxicity. J Alter Med Rev 11(2): 114-127
[38]. Vaselle. C. 2002. Determination of Nitrite Plus Nitrate and Malondialdehyde in Human Plasma: Analytical Performance and the Effect of Smoking and Exercise. Clin Chem Lab Med. Vol 40(8)
[39]. Winarti, S. 2010. Makanan Fungsional. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta
[40]. Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas: Potensi dan Aplikasinya dalam Kesehatan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
[41]. Widianingsih, Mastuti. 2016. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) Hasil Maserasidan Dipekatkan dengan Kering Angin. Jurnal Wiyata. Vol. 3 No. 2
[42]. World Health Organization. 2008. WHO Report on Tobacco Epidemic
[43]. World Health Organization. 2013. Retrived from WHO website
[44]. Wu, L.C. et al. 2006. Antioxidant and Antiproliferative Activities of Red Pitaya. Food Chestry 95 (2006) 319-327
[45]. Yunuastuti, A. 2008. Gizi dan Kesehatan. Graha Ilmu. Yogyakarta
[46]. Yuliarti, N. 2008. Racun di Sekitar Kita. Penerbit Andi. Yogyakarta
Published
2017-11-08
How to Cite
Panjaitan, P., Annisa, N., & Rijai, L. (2017). Observasi Klinik Perubahan Kadar Malondialdehid pada Perokok dan Non-Perokok dengan Pemberian Minuman Antioksidan Jus Buah Naga Merah (H.Polyrhizus). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6(1), 54-57. https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.257

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>