Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

  • Retno Putri Arianto
  • Risna Agustina
  • Jaka Fadraersada
Keywords: kanker payudara, karakteristik, regimen kemoterapi, prospektif, total sampling

Abstract

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%.

References

[1]. Mardiana, Lina. 2009. Kanker pada Wanita. Depok: Penerbit Swadaya.
[2]. Dipiro, Joseph T., Robert L. Talbert., Gary C, Yee. 2012. Pharmacotheraphy “A Phatophisiologis Approach”, 8th Ed. The Mcdraw-Hill Companies.
[3]. Brandt. 2010. Age Of Onset In Familial Breast Cancer As Background Data For Medical Surveillance. British Journal Of Cancer,102:42-47.
[4]. Indrati, Rini., Setyawan, Henry., Handojo, Djoko. 2010. Faktor Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Kanker Payudara Wanita. Jurnal Universitas Diponegoro.
[5]. Nani, Desiyani. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara di Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal Of Nursing), Vol.4, No.2.
[6]. Junaidi, Iskandar. 2009. Kanker. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer
[7]. Lincoln, J dan Wilensky. 2007. Kanker Payudara: Diagnosis dan Solusinya. Jakarta: Prestasi Pustaka.
[8]. Harianto, Rina, M, dan Hery, S. 2005. Risiko Penggunaan Pil Kontrasepsi Kombinasi Terhadap Kejadian Kanker Payudara pada Reseptor KB di Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo. Jakarta: Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 2, No.1, hal. 84-99.
[9]. Celeste, L. 2002. Breast Cancer. In Pharmacotherapy Hand Book, 5th Edition.
[10]. David J, Hunter MB, et al. 1996. Cohort Studies of Fat Intake and the Risk of Breast Cancer: A Pooled Analysis. The New England Journal of Medecine, 334:356-361.
[11]. Shapiro, Samuel. 2009. A Case-Control Study of Oral Contraceptive Use and Incident Breast Cancer. American Journal of Epidemiology, 170: 802
[12]. Lacy, Charles F., Armstrong, Lora L., Goldman, Morton P., and Lance, Leonard L. 2011. Drug of Information Handbook, 20th Edition. Ohio: Lexi-Comp, Inc
[13]. Tim Penyusun Riset Kesehatan Dasar. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Published
2017-11-08
How to Cite
Arianto, R. P., Agustina, R., & Fadraersada, J. (2017). Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6(1), 58-65. https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.258

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>