Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat

  • Ida Yuliani Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Mirhansyah Ardana Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Dewi Rahmawati Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Flavonoid, pH, Pluchea indica L

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (Pluchea indica L) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,612 mm dan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri Propionibacterium acne sebesar 9,849 mm pada pH 6,5.

Published
2017-11-08
How to Cite
Yuliani, I., Ardana, M., & Rahmawati, D. (2017). Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 6(1), 105-107. https://doi.org/10.25026/mpc.v6i1.269