Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik Pasien Sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Periode 2017

  • Diana Anugrah Lestari Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Viriyinata Wijaya Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Hadi Kuncoro http://orcid.org/0000-0002-3406-522X
Keywords: Antibiotik, Karakteristik pasien, Sepsis

Abstract

Sepsis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya peradangan di seluruh tubuh sebagai respon terhadap infeksi yang disebabkan oleh keadaan SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome). Untuk menunjang terapi keberhasilan pengobatan penyakit sepsis digunakan terapi antibiotik. Dalam pemilihan antibiotik perlu diperhatikan beberapa hal guna menghindari resistensi dan resiko mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Metode penelitian yang digunakan adalah studi non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan subjek dari data rekam medik pasien sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita sepsis tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan (55%), berdasarkan usia adalah kelompok usia 45-64 tahun (73,33%), berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (36,66%) dan berdasarkan ruang rawat inap adalah ruang rawat kelas III (60%). Sebanyak 40% subjek penelitian menggunakan antibiotik tunggal dan 60% menggunakan antibiotik kombinasi.

References

[1]. Wulandari, Anindita., Sri Martuti., Pudjiastuti. 2017. Perkembangan Diagnosis Sepsis pada Anak. Sari Pediatri. Vol. 19 No. 4.
[2]. Oematan, Yosef., Jeanette I. Ch. Manoppo., Ari L. Runtunuwu. 2009. Peran Inflamasi dalam Patofisiologi Sepsis dan Syok Septik pada Anak. Jurnal Biomedik. Vol. 1 No. 3.
[3]. Southwick, Frederick S. 2004. Infectious Diseases: A Clinical Short Course Second Edition. The Mc-Graw-Hill Medical Publishing Division. USA.
[4]. Sukrisman L., Tambunan KL., Suhendro., Sukmana N. 2004. Diagnosis of disseminated intravascular coagulation in sepsis scoring system of a thrombosis-hemostatis center. Acta Med Indones-Indones J Intern Med. Volume 36 Number 1.
[5]. Astutik, Arwin Widi., Nurul Annisa., Rolan Rusli., Arsyik Ibrahim. 2017. Kajian Kesesuaian Pemilihan Antibiotik Empiris pada Pasien Sepsis di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Proceeding of the 5th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, 23-24 April 2017.
[6]. Romdhoni, Achmad C. 2009. SIRS/ Sepsis dan Syok Septik pada Penderita Tumor Ganas Kepala dan Leher. Jurnal THT-KL. Vol.2 No.1.
[7]. Musdalipah., Muh. Azdar Setiawan., Eria Santi. 2018. Analisis Efektivitas Biaya Antibiotik Sefotaxime ddan Gentamisin Penderita Pneumonia pada Balita di RSUD Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. Vol.3 No.1.
[8]. Rustam I. 2010. A Brief of The Antibiotic Era: Lesson Learned and Challenges for The Future. Frontiers In Microbiology. Volume 1.
[9]. Angele., Pratschke., Hubbard., Chaudry. 2014. Gender Differences in Sepsis. Cardiovascular and Immmunological Aspects. Virulence. Volume 5, Number 1.
[10]. Irawan, Danny., Hamidah., Purwati., Triyono EA., Bramantono., Arfianto V., Hadi U., Nasronudin, Suharto., Soewandojo E. 2012. Profil Penderita Sepsis Akibat Bakteri Penghasil ESBL. J Peny Dalam. Vol. 13 No. 1.
[11]. Katu, Sudirman., Suhendro S., Herdiman TP., Murdani A. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Terapi Antibiotik Empirik pada Pasien Sepsis Berat dan Syok Sepsis di Bangsal Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. Vol. 2 No. 2.
[12]. Starr, ME., Hiroshi S. 2014. Sepsis in Old Age: Review of Human and Animal Studies. Aging and Disease. Volume 5, Number 2.
[13]. Sondakh, Cyndi E.E.J., Thigita A Pandaleke., Ferra O. Mawu. 2016. Profil dermatofitosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2013. Jurnal e-Clinic (eCl). Volume 4, Nomor 1.
[14]. Nugraheni. Ratna., Suhartono., Sri Winarni. 2012. Infeksi Nosokomial di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vol. 11 No. 1.
[15]. Hidayati., Helmi A., Raveinal. 2016. Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Sepsis dengan Gangguan Ginjal. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. Vol. 02 No. 02.
[16]. Wiryalie, Linggawati. 2017. Ceftriaxone-Hospital Pack. CDK-250. Vol.44 No.3
[17]. Sodik DC., Pradipta IS., Lestari K. 2012. Pola Penggunaan Antibiotik dan Pola Kuman pada Pasien Sepsis Rawat Inap RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (Skripsi). Jatinangor: Universitas Padjajaran.
Published
2018-06-30
How to Cite
Lestari, D. A., Wijaya, V., & Kuncoro, H. (2018). Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik Pasien Sepsis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Periode 2017. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 7(1), 1-7. https://doi.org/10.25026/mpc.v7i1.283