Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Gonore Di RSUD AWS Samarinda Berdasarkan ATC/DDD dan DU90%

  • Fatmawati Eka Putri Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Febrina Mahmudah Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Hadi Kuncoro http://orcid.org/0000-0002-3406-522X
Keywords: Gonore, Neisseria gonorhoeae, ATC/DDD, DU90%

Abstract

Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebakan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang dapat diobati dengan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan kuantitas penggunaan antibiotik pada penyakit gonore. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi retrospektif yang diambil dari catatan medik untuk menilai kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik. Sampel diambil dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 catatan medik didapatkan total penggunaan antibiotik 54,33 DDD/1000 KPRJ dan antibiotik yang masuk dalam DU 90% yaitu cefixime (28,8 DDD/1000 KPRJ), azitromisin (14,1 DDD/1000 KPRJ), amoxicillin (3,2 DDD/1000 KPRJ), doxycycline (3,2 DDD/1000 KPRJ), levofloxacine (2,12DDD/1000 KPRJ), ciprofloxacin (1,7 DDD/1000 KPRJ), dan gentamisin (0,7DDD/1000 KPRJ). Kesimpulan penelitian yang didapat menunjukkan bahwa secara kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah cefixime sebesar 28,8DDD/1000 KPRJ.

References

1. Sofa D, Alfian, Eva, S. 2012. Profil Penggunaan Antituberkolosis Di Kota Bandung Periode 2000-2010. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Volume 1, nomor 4 : Sumedang.
2. World Health Organization. 2011. The World Medicine Situation 2011 3ed. Rational Use of Medicine : Geneva.
3. Afriana, N. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Gonore pada Wanita (Analisis Data Sekunder Survei Terpadu Biologi dan Perilaku 2011, Tesis. Program Studi Epidemiologi Komunitas Universitas Indonesia : Depok.
4. Rahayu Pudji, R. 2016. Kajian Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Infeksi Menular Seksual Di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-4 : Samarinda.
5. Pani Sari, dkk. 2015. Monitoring Penggunaan Antibiotik dengan Metode ATC/DDD dan DU 90%: Studi Observasional di Seluruh Puskesmas Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol. 4 No. 4, hlm 275–280. ISSN: 2252–6218.
6. Mahmudah Febrina, dkk. 2016. Studi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan ATC/DDD dan DU90% di Bagian Bedah Digestif di Salah Satu Rumah Sakit di Bandung. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Vol. 5. No. 4 Hal : 293-298. ISSN: 2252–6218
7. Yuniarti Pudji Rahayu, Adam M. Ramadhan, Laode Rijai. 2016. Kajian Karakteristik Dan Pola Pengobatan Pasien Infeksi Menular Seksual Di Rsud Aw Sjahranie Samarinda. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke 4 : Samarinda.
Published
2018-06-30
How to Cite
Putri, F. E., Mahmudah, F., & Kuncoro, H. (2018). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Gonore Di RSUD AWS Samarinda Berdasarkan ATC/DDD dan DU90%. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 7(1), 8-13. https://doi.org/10.25026/mpc.v7i1.284