Pengadaan Bahan yang Baik, Ketepatan Dosis dan Monitoring Efek Samping Merupakan Langkah untuk Mendapatkan Obat Herbal yang Berkualitas

  • Ulfatun Nisa Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu Jl. Raya Lawu No.11 Tawangmangu Karanganyar

Abstract

Obat tradisional asli milik bangsa Indonesia adalah jamu. Jamu telah menjadi bagian budaya dan kekayaan alam Indonesia dan hasil Riset  Kesehatan Dasar Tahun 2010 menunjukkan bahwa penggunaan jamu oleh masyarakat Indonesia lebih dari 50%. Bahan baku yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan hasil klinis yang bagus. Bahan baku yang bermutu meliputi 3 aspek yaitu Aman, bermutu dan berkhasiat. Dosis yang tepat membuat tanaman obat bisa digunakan untuk pengobatan sedangkan jika berlebih bisa menjadi racun. Dosis bisa dibedakan menjadi 2 jenis antara lain untuk formula empiris dan formula baru, sehingga penentuan dosisnya pun akan berbeda antara 2 formula tersebut. Penggunaan  obat  tradisional  secara  umum  dinilai  lebih aman  daripada penggunaan  obat  modern. Hal  ini  karena  pada tanaman  obat terdapat  suatu  mekanisme   yang  disebut  sebagai  penangkal  atau  dapat  menetralkan  efek  samping tersebut,  yang  dikenal  dengan  SEES  (Side  Effect  Eleminating Subtanted). Ada beberapa tanaman obat yang baru diketahui melalui penelitian mengenai efek samping yang timbul ataupun interaksi yang bersamaan antara obat tradisional dan dengan obat konvensional. Sehingga monitoring obat tradisional sangat dibutuhkan dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

References

1. Badan Penelitian dan Pengembangan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2010. 1–111 (2010).
2. Purwaningsih, E. H. Jamu , Obat Tradisional Asli Indonesia Pasang Surut Pemanfaatannya di Indonesia. 1, (2013).
3. Ningsih YI. Keamanan jamu tradisional. (2016).
4. Siswanto. Saintifikasi jamu sebagai upaya terobosan untuk mendapatkan bukti ilmiah tentang manfaat dan keamanan jamu. Natl. Inst. Heal. Res. Dev. Minist. Heal. Repub. Indones. 15, 203–211 (2012).
5. WHO. Operational guidance : Information needed to support clinical trials. (2005).
6. World Health Organization. General Guidelines for Methodologies on Research and Evaluation of Traditional Medicine. WHO-Geneva 1, 1–74 (2000).
7. Moreira, D. D. L., Teixeira, S. S., Monteiro, M. H. D., De-oliveira, A. C. A. X. & Paumgartten, F. J. R. Traditional use and safety of herbal medicines. Brazilian J. Pharmacogn. 24, 248–257 (2014).
8. Bent, S. Herbal Medicine in the United States : Review of Efficacy , Safety , and Regulation. 854–859 (2008). doi:10.1007/s11606-008-0632-y
9. Fasinu, P. S., Bouic, P. J. & Rosenkranz, B. An overview of the evidence and mechanisms of herb-drug interactions. Front. Pharmacol. 3 APR, 1–19 (2012).
Published
2018-06-30
How to Cite
Nisa, U. (2018). Pengadaan Bahan yang Baik, Ketepatan Dosis dan Monitoring Efek Samping Merupakan Langkah untuk Mendapatkan Obat Herbal yang Berkualitas. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 7(1), 32-36. https://doi.org/10.25026/mpc.v7i1.288