Studi Penggunaan Analgesik dan Antibiotik pada Pasien Fraktur

  • Novita Dwi Sulistiani
  • Mirhansyah Ardana
  • Jaka Fadraersada

Abstract

Analgesik dan antibiotik merupakan terapi utama pada pasien fraktur. Berbagai macam jenis fraktur mendapatkan terapi analgesik dan antibiotik yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu diketahui pola penggunaan obat pada pasien fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis fraktur serta pola penggunaan analgesik dan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik tahun 2017 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang di diagnosis fraktur femur terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (51,17%) dan fraktur radius terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang (53,15%).  Fraktur femur banyak terjadi pada usia remaja (15-24) sebanyak 17 orang (39,53%) dan fraktur radius banyak terjadi pada usia dewasa (25-44) sebanyak 11 orang (34,39%). Fraktur femur dan radius banyak terjadi pada jenis tertutup dengan persentasi 83,73% dan 84.37%. Hasil menunjukkan seftriakson adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 90,7% pada fraktur femur dan 100% dan 93,75% dalam fraktur radius. Hasil menunjukkan natrium metamizol adalah analgesik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 86,05% pada fraktur femur dan 96,87% dan 93,75% dalam fraktur radius.

References

[1] Riyadina, W, Permana, M, dan Suhardi. 2009. Pola dan Determinan Sosiodemografi Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia,
[2] Badan Intelegen Negara. 2014. Kecelakaan Lalu Lintas Pembunuh ketiga. Badan Intelegen Negara. http://bin.go.id (Diakses tanggal 25 November 2014).
[3] Setiani, Diah. 2017. Identifikasi Tingkat Kecemasan Pre Operasi Pasien Fraktur Di Ruang Aster dan Cempaka RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol, 5. No, 2.

[4] Fakhrurrizal, Alfi. 2015. Pengaruh Pembidaian Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Pada Pasien Fraktur Tertutup di Ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah A.M. Parikesit Tenggarong. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol, 3. No, 2.
[5] Alsen, M., Remson, Sihombing. 2014. Infeksi Luka Operasi. MKS, Th. 46, Vol. 3.
[6] Noorisa, Riswanda., Dwi Apriliwati., Abdul Aziz., Sulis Bayusentono. 2017. The Characteristic Of Patients With Femoral Fracture In Department Of Orthopaedic And Traumatology RSUD Dr. Soetomo Surabaya 2013 – 2016. Journal of Orthopaedi & Traumatology Surabaya. Vol.6, No. 1.
[7] Sagaran, Vithiya Chandra., Menkher Manjas dan Rosfita Rasyid. 2017. Distribusi Fraktur Femur Yang Dirawat Di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang (2010-2012). Jurnal Kesehatan Andalas.
[8] Ropyanto, C.B, Sitorus R, Eryando T. 2013. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Fungsional Paska Open Reduction Internal Fixation (Orif) Fraktur Ekstremitas. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah. Vol 1, No. 2.
[9] Brogren, Elisabeth., Michael Petranek., dan Isam Atroshi. 2007. Incidence And Characteristics Of Distal Radius Fractures In A Southern Swedish Region. BMC Musculoskeletal Disorders.
[10] Wirakusumah, Emma. S., 2007, Mencegah Osteoporosis Lengkap dengan 39 Jus dan 38 Resep Masakan, Jakarta; Penebar Plus.
[11] Tandra, Hans, 2009, Segala Sesuatu yang Harus Anda Ketahui tentang Osteoporosis, Mengenal, Mengatasi dan Mencegah Tulang Keropos, Jakarta; Gramedia.


[12] Salminen, Sari. 2005. Femoral Shaft Fractures In Adults:Epidemiology, Fracture Patterns, Nonunions, And Fatigue Fractures. Department of Orthopaedics and Traumatology and the Department of Pediatric Surgery, University of Helsinki.
[13] GU, Agbeboh & Osarumwense, O. 2013. Empirical analysis of road traffic accidents: A case study of Kogi State, North-Central Nigeria. International Journal of Physical Sciences. 2013. Vol. 8.
[14] Sya’ban, Satria Nur, Widati Fatmaningrum, dan Sulis Bayusentuno. 2017. The Profile of Fracture in Patients Under 17 Years of Age. Journal of Orthopedi dan Traumatology Surabaya. Vol. 6. No. 1.
[15] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, Jakarta; Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
[16] Utami, Yasnita Yekti. 2008. Skripsi. Kajian Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Evaluasi Drug Related Problems-nya Pada Bedah Othopaedi Kasus Fraktur Di Unit Bedah Rumah Sakit Panti Rapih. Universitas Sanata Darma Yogyakarta.
[17] Anderson, A., Miller A. D., Bookstaver P. B., 2011, Antimicrobial prophylaxis in open lower extremity fractures, Journal of Open Access Emergency Medicine, 3:7.
[18] Zakiya, Nur Miya. 2017. Skripsi. Evaluasi Kualitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pasca Bedah Dengan Metode Gyssens di RSUD Bhakti Dharma Huasda. Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Published
2018-12-31
How to Cite
Sulistiani, N. D., Ardana, M., & Fadraersada, J. (2018). Studi Penggunaan Analgesik dan Antibiotik pada Pasien Fraktur. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8(1), 89-96. https://doi.org/10.25026/mpc.v8i1.308

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>