Pengaruh Pengobatan ARV terhadap Peningkatan Limfosit Pasien HIV-AIDS Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

  • Dwi Putri Romadhoni
  • Febrina Mahmudah
  • Adam M. Ramadhan

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang menginfeksi dan menyerang sel limfosit CD4. Virus ini mampu berkembang biak dengan cepat hingga membunuh sel CD4 dan akhirnya dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga virus ini dapat dicegah dengan obat ARV (antiretroviral). Keberhasilan terapi ARV dapat diukur seberapa patuhnya pasien ODHA dalam melakukan terapi ARV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola pengobatan dan pengaruh peningkatan limfosit terhadap pasien HIV-AIDS. Penelitian dilakukan dengan rancangan studi observasional dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis secara deskriptif dengan kriteria inklusi adalah pasien HIV-AIDS rawat jalan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita HIV-AIDS terbanyak adalah perempuan dengan usia 20-43 tahun (51,92%). Pola pengobatan menunjukkan bahwa kombinasi ARV TDF(300)+3TC(300)+EFV(600) adalah kombinasi ARV terbanyak yang digunakan pada pasien HIV-AIDS dengan jumlah 20 pasien (38,46%). Dari hasil uji t-test didapatkan adanya pengaruh (p<0,05) pengobatan ARV dengan limfosit CD4 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengobatan ARV dapat meningkatkan limfosit CD4 pada pasien HIV-AIDS.

References

[1] Astuti, R. Yosep, I. dan Susanti, R. D. 2015. Pengaruh Intervensi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap Penurunan Tingkat Depresi Ibu Rumah Tangga dengan HIV. Jurnal Keperawatan Padjadjaran. Vol. 3. No.1.
[2] Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan ICF International. 2013. Indonesia demographic and health survey 2012. Jakarta: BPS, BKKBN, Kemenkes dan ICF International.
[3] Departemen Kesehatan RI. 2010. Panduan Tatalaksana Klinis Infeksi HIV pada orang Dewasa dan Remaja, Edisi Kedua. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
[4] Handajani, Y. S. Djoerban, Z. dan Irawan, H. 2012. Quality of life people living with HIV-AIDS: outpatient in Kramat 128 Hospital Jakarta. Acta Med Indones. Vol. 44. No. 4.
[5] Hidayati, Nur Rahmi. Abdillah, Syamsudin. Keban, Sesilia. 2016. Analisis Adverse Drug Reaction Obat Anti Retroviral pada Pengobatan Pasien HIV/AIDS di RSUD Gunung Jati Cirebon tahun 2013. Pharmaciana. Vol. 6. No. 1.
[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Laporan Situasi Perkembangan HIV/ AIDS dan PIMS di Indonesia Januari-Maret 2017. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit: Jakarta.
[7] Luthfiana, Y. 2012. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Berisiko HIV-AIDS Pada Pekerja Bangunan Proyek World Class University Tahun 2012. Universitas Indonesia: Jakarta.
[8] Maolinda, Nisa. 2013. Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Siswa Terhadap Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMAN 1 Margahayu. Universitas Padjajaran: Bandung.
[9] Nasronudin dan Margarita M. M. 2007. Konseling, Dukungan, Perawatan dan Pengobatan ODHA. Airlangga Universitas Press: Surabaya.
[10] Oktavia, N. Kusnanti, H. Subroto, Y.W. 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita HIV/AIDS Di Kabupaten Boyolali dan Kota Surakarta (Solo) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. Akademi Kesehatan Sapta Bakti: Bengkulu.
[11] Rajput, Jeetam. S. Mathur, Manoj. K. Chaurasia, Ajeet. K. Singh, Smriti. Tiwari, Alankar. 2017. The Effect of Nevirapine vs Efavirenz Containing Regimens on Clinical Outcomes Among HIV Patients on ART: a Comparative Study. Journal of Advances in Medicine. Vol. 4. No. 3.
[12] Ruterlin, Valen dan Tandi, Joni. 2014. Pengaruh Pengobatan ARV terhadap Peningkatan Limfosit Pasien HIV-AIDS di Rumah Sakit Pemerintah Kota Palu. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. Vol. 3. No. 1.
[13] Sajhivmed. 2013. Fixed-dose Combination for Adults Accessing Antiretroviral Therapy. Journal of HIV MEDICINE. Vol. 14.
[14] Swartz, J. E. Vandekerckhove, L. Ammerlaan, H. Vries, A. C. de. Begovac, J. Bierman, W. Boucher, C. Van der Ende, M. Grossman, Z. Kaiser, R. Levy, I. Mudrikova, T. Paredes, R. Perez-Bercoff, D. Pronk, M. Richter, C. Schmit, J. Vercauteren, J. Zazzi, M. Zidovec Lepej, S. De Luca, A. Wensing, A. 2015. Efficacy of Tenofovir and Efavirenz in Combination with Lamivudine or Emtricitabine in Antiretroviral-Naïve Patients in Europe. J Antimicrob Chemother. Vol. 70.
[15] Widiyanti, Mirna, Sandy, Semuel, Fitriana, Eva. 2015. Dampak Perpaduan Obat ARV Pada Pasien HIV/AIDS Ditinjau Dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4+ Di RSUD Dok II Kota Jayapura. PLASMA. Vol. 1. No. 2.
[16] WHO. 2017. People Living With HIV. African. World Health Organization
Published
2018-12-31
How to Cite
Romadhoni, D. P., Mahmudah, F., & Ramadhan, A. M. (2018). Pengaruh Pengobatan ARV terhadap Peningkatan Limfosit Pasien HIV-AIDS Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8(1), 191-199. Retrieved from https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/323

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>