Optimalisasi Basis Untuk Formulasi Sediaan Lip Cream

  • Jessica
  • Laode Rijai
  • Hanggara Arifian

Abstract

Lip cream merupakan salah satu kosmetik jenis pewarna bibir yang saat ini banyak diminati konsumen. Kualitas lip cream salah satunya dipengaruhi oleh komponen-komponen penyusun basisnya, terutama wax sebagai thickener. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formula optimal dari basis lip cream yang memenuhi persyaratan farmasetika. Penentuan formula basis optimal lip cream dilakukan melalui variasi jumlah thickener. Penelitian ini menggunakan carnauba wax dan microcrystaline wax sebagai thickener agent. Evaluasi karakteristik basis lip cream yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, dan uji fisika kimia (daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH), serta uji stabilitas basis lip cream menggunakan metode Freeze-Thaw selama 16 hari. Hasil penelitian diperoleh F7 (kombinasi carnauba wax dan microcrystaline wax dengan perbandingan 6% : 9 %) sebagai formula basis lip cream paling optimal. Formula F7 menghasilkan karakteristik organoleptis berwarna putih gading, berbau khas vanilin, berbentuk semipadat, dan homogen. Kemudian hasil uji karakteristik fisika dan kimia menunjukkan daya sebar 6,1 cm, daya lekat lebih dari 60 detik, nilai viskositas 18.000 cPs dan nilai pH 4,38. Formula F7 juga stabil terhadap pengaruh perubahan suhu selama 16 hari.

References

[1] Ditjen POM. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Departemen Kesehatan RI: Jakarta. Hal. 83-86, 195-197.
[2] Adliani, Nur., et al, 2012. Formulasi Lipstik Menggunakan Zat Warna Dari Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.), Journal of Pharmaceutics and Pharmacology, 1 (2), 87-94.
[3] Butler, Hilda et al, 2000. Poucher’s Perfumes, Cosmetics and Soaps10th Edition. Kluwer Academic Publishers : London.
[4] Tranggono, R. I. S., Latifah, F, 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
[5] Jellineck, J. S, 1976. Formulation and Function of Cosmetics. Wiley Interscience: New York.
[6] Farima, Dev, 2009. Karakteristik Ekstraksi Simplisia Tumbuhan Bunga Mawar (Rosa hybrida) serta Formulasinya danlam Sediaan Bibir. Skripsi. Universitas Sumatera Utara: Medan.
[7] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Ditjen POM: Jakarta.
[8] Robert, V., Mcdermott P, 2007. Liquid Lip Gloss Compositions with Enhanced Shine.
[9] Aini, Sofia N. 2013. Mutu Fisik dan Volunter Formulasi Sediaan Lipstick dengan Pewarna Alami dari Ekstrak Antosianin Bunga Pukul Empat (Mirabilisjalapa L.). Karya Tulis Ilmiah. Akademi Farmasi Putra Indonesia: Malang.
[10] Vishwakarma, B., Dwivedi S., Dubey K., Joshi H, 2011. Formulation and Evaluation of Herbal Lipstick, International Journal of Drug Discovery & Herbal Research, 1(1), 18-19.
[11] Priani, Sani Ega et al, 2013. Formulasi Sediaan Emulgel Untuk Penghantaran Transdermal Ketoprofen, Acta Pharmaceutica Indonesia, 38 (1).
[12] Asyifaa, Dinar Assy., et al, 2017. Formulasi Lip cream dengan Pewarna Alami dari Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) serta Uji Stabilitasnya, SPeSIA (Seminar Penelitian Sivitas Akademika Unisba),3 (2).
Published
2018-12-31
How to Cite
Jessica, Rijai, L., & Arifian, H. (2018). Optimalisasi Basis Untuk Formulasi Sediaan Lip Cream. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8(1), 260-266. https://doi.org/10.25026/mpc.v8i1.332

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>