Pengaruh Pemberian Leaflet terhadap Pengetahuan Mahasiswa Universitas Mulawarman Terkait Penyakit HIV/AIDS

  • Asni
  • Jaka Fadraersada
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933

Abstract

HIV/AIDS saat ini merupakan penyakit mematikan dan belum ditemukan obatnya. Pemahaman mengenai penyakit ini menjadi penting untuk meningkatkan pencegahan terhadap resiko tertular. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Mahasiswa Universitas Mulawarman  tentang HIV/AIDS dengan metode quasi ekperimental menggunakan kuisioner pre test and post test. Data diambil pada bulan Agustus hingga September2018 bertempat di Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS setelah pemberian leaflet pada Fakultas A (pre test 76,50%; post test 87,26%), Fakultas B (pre test 89,40%; post test 90,9%), dan pada Fakultas C (pre test 77,9%; post test 87,31%). Dari penelitian ini diperoleh bahwa adanya peningkatan terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS sebelum dan sesusah diberikan leaflet.

References

[1] Pudjiadi, A.H., et all. 2009. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia: Jakarta.
[2] Etikasari, R. et all. 2012. Analisis Biaya dan Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Demam Tifoid di RSUD Kota Yogyakarta. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi ( JMPF ) Pract. 2. 147–153
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta.
[4] Hadi, U. 2009. Resistensi Antibiotik, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,Edisi V, Jilid III, Interna Publishing: Jakarta.
[5] Marhamah. 2009, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Pambalah Batung Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan tahun 2009, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
[6] Handoyo, Y. 2011. Pengobatan Demam Tifoid dengan Seftriakson atau Kloramfenikol Di Rumah Sakit Swasta Tangerang. Bina Widya 22 (4): 2004.
[7] Mycek, M. J, Harvey, R.A. dan Champe, P.C., 2001, Farmakologi Ulasan Bergambar 2nd Widya Medika.:Jakarta.
[8] Sidabutar S, Irawan Hindra S, 2010, Pilihan Terapi Empiris Demam Tifoid pada Anak: Kloramfenikol atau Seftriakson?. Jurnal Sari Pediatri. Vol. 11, No. 6 : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Published
2018-12-31
How to Cite
Asni, Fadraersada, J., & Rusli, R. (2018). Pengaruh Pemberian Leaflet terhadap Pengetahuan Mahasiswa Universitas Mulawarman Terkait Penyakit HIV/AIDS. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8(1), 294-300. https://doi.org/10.25026/mpc.v8i1.336

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>