Pengujian Toksisitas Produk Herbal Secara In Vivo

  • Nurul Fatirah
  • Sabaniah Indjar Gama
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933

Abstract

Penggunaan produk herbal di masyarakat saat ini cukup banyak. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai keamaan penggunaan produk herbal “X”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik dari produk herbal X. Pengujian toksisitas dilakukan dengan pemberian sediaan secara oral selama 28 hari pada 4 kelompok hewan coba uji, yaitu kelompok 1 diberi produk herbal X1, kelompok 2 diberi produk herbal X2, kelompok 3 diberi produk herbal X3 dan kelompok 4 diberi aquadest. Parameter toksisitas produk herbal yang digunakan adalah perubahan berat badan, indeks organ (hati dan ginjal), kadar SGOT dan SGPT, serta gambaran histopatologi organ hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk herbal X tidak menyebabkan efek toksik terhadap hewan coba.

References

[1] Amalina, N. 2009. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Valerian (Valeriana officinalis) Terhadap Hepar Mencit BALB/C. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.
[2] Fajariyah, S., Utami,T.S., Arisandi, Y. 2010. Efek Pemberian Estrogen Sintesis (Diethylstillbestrol) Terhadap Struktur Hepar dan Kadar SGOT dan SGPT pada Mencit (Mus musculus) Betina Strain Balb’C. Jurnal Ilmu Dasar, 11(1).
[3] Farisi, S. Al, Munawir, A., & Febianti, Z. 2015. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Buah Bruguiera gymnorrhiza pada Tikus (Rattus norvegicus) (Acute Toxicity Test of Bruguiera gymnorrhiza Fruit Extract In Rats (Rattus norvegicus), E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(2), 230–234.
[4] Hall, R.L. 2007. Clinical Pathology Of Laboratory Animals. In Animal Model in Toxicology. 2nd edition. USA; CRC Press. p.789-828.
[5] Ismarani. 2013. Kajian Persepsi Konsumen Terhadap Penggunaan Obat Herbal (Kasus Di UNISMA Bekasi). Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 4(2).
[6] Katno, P. S. 2010. Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Yogyakarta; Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada.
[7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Integrasi Pengobatan Dalam Sistem Kesehatan Nasional. Available from: www.depkes.go.id [dipublikasikan 02 November 2011].
[8] Krysanti, A dan Widjanarko, S. B. 2014. Toksisitas Subakut Tepung Glukomanan(A. muelleri Blume) Terhadap SGOT dan Natrium Tikus Wistar Secara In Vivo. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(1).
[9] Ningsih, S, dkk. 2017. Uji Toksisitas Subkronik Kombinasi Ekstrak Daun Uncaria gambir dan Caesalpinia sappanJurnal Kefarmasian Indonesia, 7(1).
[10] Purwaningsih, S., Handharyan, E., Lestari, I. R. 2015. Pengujian Toksisitas Sub Akut Ekstrak Hipokotil Bakau Hitampada Tikus Galur Sprague Dawley. Jurnal Akuatika, 6(1).
[11] Robins, S. L dan Kumar, V. 1995. Buku Ajar Patologi I, 4th ed. Jakarta; EGC.
[12] Sulistianto, D. E., Harini, M., Handajani, N. S. 2004. Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Mahkota Dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl] Terhadap Struktur Histologis Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Setelah Perlakuan dengan Karbon Tetraklorida (CCl4) Secara Oral. Bio Smart, 6(2), 91-98.
[13] WHO, 2003. Traditional medicine, http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs134/en/,diskesJanuari 2006
Published
2019-04-30
How to Cite
Fatirah, N., Sabaniah, & Rusli, R. (2019). Pengujian Toksisitas Produk Herbal Secara In Vivo. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 9(1), 14-21. https://doi.org/10.25026/mpc.v9i1.341

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>