Studi Terapi Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS Di Kota Samarinda

  • Nur Riska Safitri
  • Jaka Fadraersada
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang atau menginfeksi sistem imun yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Ada 4 stadium infeksi HIVdimana pada saat virus ini mencapai stadium 4 disebut dengan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Terapi antiretroviral merupakan terapi yang diberikan untuk orang dengan HIV/AIDS yang harus dikonsumsi seumur hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik serta pola pengobatan pasien HIV/AIDS yang ada di kota Samarinda. Metode yang digunakan ialah observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada pasien HIV/AIDS di rumah sakit dan beberapa puskesmas di kota Samarinda dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil studi observasional menunjukkan total penderita sebesar 233 orang, dengan karakteristik terbanyak, yaitu: berjenis kelamin laki-laki 173 (74,2%), rentang usia 25 s.d 49 tahun (72,5%), pekerjaan swasta (57,9%) dan pendidikan SMA (21,4%). Pengobatan HIV/AIDS di kota Samarinda sebagian besar menggunakan antiretroviral regimen obat kombinasi Triple FDC (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 + Efavirenz 600).

References

[1] Taufany, Elly Febry dkk. 2018. Hubungan antara profilaksis kotrimoksazol dan prevalensi toksoplasmosis pada pasien HIV positif di Jember (The Association Between Phophylactic Cotrimoxazole and the Prevalece Toxoplasmosis in HIV-positive Patients in Jember). E-jurnal pustaka kesehatan, vol. 6 (no. 1).
[2] Wardani, Kusuma Putri dkk. 2017. Studi Efektivitas Antiretroviral Regimen Obat Kombinasi Dosis Tetap (Tenofovir/Lamivudin/Efavirenz) Berdasarkan Peningkatan kadar Cd4 T-Limfosit.(Studi dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Surabaya). Journal of pharmacy and science Vol. 2, No 1. P-ISSN: 2527-6328.
[3] Kementerian kesehatan RI. 2018. Laporan perkembangan HIV-AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) triwulan 1. Kemenkes RI: Jakarta.
[4] Yuliandra, Yori dkk. 2017. Terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di RSUP. Dr. M. Djamil Padang: Kajian sosiodemografi dan evaluasi obat. Jurnal Sains & Klinis. ISSN. 2407-7062, 4(1), 1-8.
[5] Widiyanti, Mirna, Sandy, Samuel, Fitriana, Eva. 2015. Dampak perpaduan obat Arv pada pasien HIV/AIDS ditinjau dari kenaikan jumlah limfosit CD4+ di RSUD. Dok II Kota Jayapura. PLASMA Vol. 1. No. 2.
[6] Saktina, Putri uli dkk. 2017. Karakteristik penderita AIDS dan infeksi oportunistik di rumah sakit umum pusat Sanglah Denpasar periode Juli 2013 sampai Juni 2014. E-Jurnal Medika, Vol 6 No 3.
[7] Kambu, Yowel dkk. 2016. Umur orang dengan HIV AIDS (ODHA) berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan HIV. Jurnal keperawatan Indonesia, volum19 No. 3.
[8] Depkes RI, 2006. Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
[9] Nyoko, Yuneti Octavianus dkk. 2016. Karakteristik Penderita HIV/AIDS di Sumba Timur Tahun 2010-2016. Jurnal Kesehatan Primer, Vol. 1, Ed. 1.
[10] Yayasan Spiritia. 2014. Lembaran Informasi tentang HIV/AIDS untuk orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Lembaran Informasi 124 tes CD4 : Spiritia.or.id.
Published
2019-04-30
How to Cite
Riska, Fadraersada, J., & Rusli, R. (2019). Studi Terapi Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS Di Kota Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 9(1), 7-13. https://doi.org/10.25026/mpc.v9i1.342

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>