Evaluasi Formula dan Uji Penetrasi Gel Kuersetin Sebagai Obat Luka Sayat Pada Kelinci

  • Halimatusya’diah Laboratorium Penelitian dan Pengembangan FARMAKA tropis, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Sabaniah Indjar Gama
  • Niken Indriyanti
Keywords: Kuersetin, Luka Sayat, Penetrasi, Kelinci

Abstract

Kuersetin merupakan senyawa golongan falvonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hasil formula yang baik, mengetahui efektivitas  gel kuersetin sebagai obat luka sayat pada kelinci, dan mendapatkan penetrasi kuersetin yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengevaluasi fisik gel meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar, hasil dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan one-way ANOVA. Pengujian efektivitas luka sayat menggunakan kelinci dan dibagi menjadi 4 kelompok percobaan, hasil dianalisis menggunakan analisis deskripif dan kruskal-wallis. Pengujian penetrasi gel menggunakan membran kulit kelinci, hasil dianalisis menggunakan uji t. Hasil evaluasi organoleptik dan homogenitas tidak ada perubahan selama waktu penyimanan 3 minggu, pH 5,00-5,20, viskositas 28,00-28,76 Pa.s, dan daya sebar 5,77-5,87 cm. Hasil analisis efektivitas gel terhadap luka sayat yaitu 0,002 (p<0,05). Hasil penetrasi gel pada kulit normal: kulit luka adalah 62,45%: 75,51%, hasil analisis yaitu 0,003 (p<0,05). Formula gel kuersetin yang dihasilkan stabil selama penyimpanan 3 minggu pada suhu ruang (±25°-30°C), serta memiliki aktivitas dan penetrasi yang baik terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci.

References

1. Kurniawaty E., Charla G.F., Soraya R., Silvia A. (2018). Perbandingan Tingkat Ksembuhan Luka Sayat Terbuka Antara Pemberian Etakridin Laktat dan Pemberian Propolis Secara Topikal Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Department Of Biochemistry, Faculty Of Medicine Lampung University
2. Fitriani, Nita. (2016). Uji Aktivitas Gel Etil P-metoksisinamat Terhadap Penyembuhan Luka Terbuka Pada Tikus Putih ( Rattus norvegicus ) Jantan Galur Sprague Dawley. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta
3. Vogt, P. M., Reimer, K., Hauser, J., Robach, O., Steinau, H. U., Bosse, B., Fleischer, W. (2006). PVP-iodine in hydrosomes and hydrogel, A novel concept in wound therapy leads to enhanced epithelialization and reduced loss of skin grafts. Burns, 32(6).
4. Maulani, Ira. (2015). Perbandingan Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe vera L .) dan Povidone Iodine Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Iris (Vulnus scissum) Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Galur Wistar. Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang
5. Horton, J. A., Li, F., Chung, E. J., Hudak, K., White, A., Krausz, K. (2013). Quercetin Inhibits Radiation-Induced Skin Fibrosis Quercetin Inhibits Radiation-Induced Skin Fibrosis. BioOne Research Evolved, 180(2).
6. Hatahet, T., Morille, M., Hommoss, A., Devoisselle, J. M., Müller, R. H., & Bégu, S. (2016). Quercetin topical application , from conventional dosage forms to nanodosage forms. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 108.
7. Agustina,L., Shoviantari F., Aditya, D. (2019). Pengaruh variasi konsentrasi mucin (Achantina fulica) terhadap kualitas fisik danstabilitas mucin gel. Jurnal wiyata
8. Sulaiman S.N.T., Tambunan S. (2018). Formulasi Gel Minyak Atsiri Sereh dengan Basis HPMC dan Karbopol. Majalah Farmaseutk, 14(2)
9. Saputri D.I., Nurwaini S. (2018). Pengujian Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain). Tropical Medicine, 01.
10. Garg, A.,D. Aggarwal, S. Garg, and A.K. Sigla. (2002). Spreading of Semisolid Formulation: An Update. Pharmaceutical Technology.
11. Sutrisno, T., Huda, N., Cahaya, N., & Srikartika, M. (2016). Efektivitas Gel Kuersetin pada Penyembuhan Luka Bakar Derajat IIA. Media Pharmaceutica Indonesia, 1(1).
12. Alkilani, Zaid A., NcCrudden, Maeliosa T.C., Donnely and Ryan F. (2015). Transdermal Drug Deliery: Innovative Pharmaceutical Develpments Based on Distruption of the Barrier Properties of the Stratum Corneum. Pharmaceutics, 7(4)
13. Barry, B. W. (1983). Dermatological Formulation, Marcell Dekker. Inc: New York.
14. Allen Loyd,V., Ansel Howard C. (2014). Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery System 10th ed. Collage Of Pharmacy The University Of Georgia: Georgia.
15. Praptiwi, Iskandarsyah, Kuncari S.,E. (2014). Evaluasi, Uji Stabilitas Fisik dan Sineresis Sediaan Gel yang Mengandung Minoksidil, Apigenin, dan Perasan Herba Seledri (Apium graveolens L.). Buletin Penelitian Kesehatan, 47(4).
16. Suarni, E., Badri, A.R.P. (2016). Uji Efektivitas Lendir Bekicot (Achatina fulica) Dibandingkan dengan Povidon Iodin 10% terhadap Penyembuhan Luka Sayat (Vulnus scisum) pada Mencit (Mus musculus). Syifa’ MMEDIKA, 7(1).
17. Ardana, Mirhansyah., Aeyni Febri., Ibrahim, Arsyik. 2015. Formulasi dan Optimasi Basis Gel HPMC (Hydroxy Propyl Methyl Cellulose) Dengan Berbagai Variasi Konsentrasi. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3(2).
Published
2019-10-31
How to Cite
Diah, H., Sabaniah, & Indriyanti, N. (2019). Evaluasi Formula dan Uji Penetrasi Gel Kuersetin Sebagai Obat Luka Sayat Pada Kelinci. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 10(1), 52-57. https://doi.org/10.25026/mpc.v10i1.362

Most read articles by the same author(s)