Literature Review: Aktivitas Kulit Jeruk dalam Bidang Farmasi

  • Ayu Wulan Dari Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Angga Cipta Narsa Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Nur Masyithah Zamruddin Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Abstract

Jeruk manis (Citrus sinensis (L.) Osbeck) adalah buah yang ditanam diiklim tropis ataupun subtropis dan termasuk komoditas buah penting dipasaran baik didalam negeri maupun dunia. Banyaknya permintaan jeruk ini mengakibatkan tingginya jumlah limbah kulit jeruk di Indonesia yang mencapai 309.678 ton pertahun. Kulit buah jeruk biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan dan menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder, aktivitas farmakologis, dan bentuk sediaan yang telah dibuat dari kulit jeruk manis. Metode yang digunakan yaitu studi literaturdengan penelusuran jurnal dan karya tulis ilmiah dengan database Google Scholar, Sematic Scholar, Science Direct, dan Wiley Online Library. Berdasarkan kajian literatur diketahui bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder kulit jeruk manis yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, steroid, karbohidrat, pektin, senyawa fenolik, kumarin, glikosida, saponin, dan terpenoid. Diketahui aktivitas farmakologis pada kulit jeruk manis yaitu sebagai antibakteri (senyawa 1,8-cineole, d-limonene, 5-C-glycosyl flavones: lucenin-2, vicenin-2, stellarin-2, lucenin-2-41- methyl ether and scoparin; one 3-hydroxy-3-methylglutaryl glycolsyl, flavonol: 3-hydroxy-3-methyl-glutaryl glycosyl quercetin), antijamur (senyawa limonene, ?-pinene, ?-pinene, dan ?-myrcere), antioksidan (senyawa neohesperidin, hesperidin, 5-C-glycosyl flavornes: lucenin-2,vicenin-2, stellarin-2, lucenin-2-41- methyl ether and scoparin; one 3-hydroxy-3 methylglutaryl glycosylflavonol: 3-hydroxy-3-methylglutaryl glycosyl quercetin; and one flavone O-glycosides: chrysoeriol7-O-neoesperidoside dan komponen fenolik yaitu polymethoxylated flavones, O-glycosylated flavones, C-glycosylated flavones, O-glycosylated flavonols, O-glycosylated flavanones (glycosylated flavonones), insektisda (senyawa flavonoid, d-limonene, limonoid, saponin, dan tanin), tabir surya (senyawa antranilat dan hesperidin), peluruh steroform (senyawa limonene), antidiabetes (senyawa flavonoid), antikolesterol (senyawa flavonoid dan pektin) dan penyembuh luka (senyawa hesperidine, PMF, limonene, vitamin A, vitamin C , dan vitamin E). Serta bentuk sediaan yang telah dibuat dari kulit jeruk manis yaitu berupa masker peel-off sebagai antibakteri, masker gel sebagai antioksidan, tablet hisap sebagai vitamin C, sabun mandi cair sebagai antioksidan, serta gel untuk penyembuhan luka.

Author Biographies

Ayu Wulan Dari, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Angga Cipta Narsa, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Nur Masyithah Zamruddin, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Published
2020-12-16
How to Cite
Dari, A. W., Narsa, A. C., & Zamruddin, N. M. (2020). Literature Review: Aktivitas Kulit Jeruk dalam Bidang Farmasi. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 12(1), 125-151. https://doi.org/10.25026/mpc.v12i1.417