Kajian Literatur Potensi Tanaman-Tanaman Obat Untuk Mengatasi Luka Bakar

  • Maharani Adelia Zeline Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Fika Aryati Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Niken Indriyanti Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Abstract

Luka bakar adalah suatu macam cedera parah dibanding cedera lainnya, dengan permasalahan yang kompleks dan angka mortalitas maupun morbiditas yang tinggi. Saat ini minat masyarakat Indonesia untuk kembali pada pengobatan tradisional semakin meningkat, karena pengobatan menggunakan ramuan tradisional dari bahan alami lebih murah daripada obat kimia sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tanaman yang paling berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi untuk luka bakar berdasarkan konsentrasi uji dan waktu kesembuhan luka bakar, serta memperkirakan senyawa-senyawa yang diduga aktif mempercepat penutupan luka bakar. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan skripsi dan jurnal ilmiah secara online yang telah di publikasikan melalui Google Scholar dari tahun 2012-2020 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan tanaman obat yang berpotensi mengatasi luka bakar berdasarkan waktu dan persentase kesembuhan yang dibandingkan dengan kontrol positif yaitu daun mengkudu (21 hari, 97%), daun rumput bermuda (21 hari, 80%), daun kitolod (14 hari, 63%), bunga kecombrang (12 hari, 72%), daun kersen (14 hari, 93,3%), herba pegagan (14 hari, 100%), daun jambu biji (20 hari, 100%), daun pepolo (21 hari, 92,5%), kulit buah manggis (21 hari, 83%), daun srikaya (16 hari, 100%), dan daun sukun (19 hari, 100%). Kandungan senyawa dalam tanaman obat yang diduga mempercepat penutupan luka bakar antara lain flavonoid, tanin, saponin, polifenol, alkaloid, vitamin C, vitamin B, triterpenoid dan steroid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu herba pegagan, daun jambu biji, daun srikaya, dan daun sukun.

Author Biographies

Maharani Adelia Zeline, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Fika Aryati, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Niken Indriyanti, Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Published
2020-12-16
How to Cite
Zeline, M. A., Aryati, F., & Indriyanti, N. (2020). Kajian Literatur Potensi Tanaman-Tanaman Obat Untuk Mengatasi Luka Bakar. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 12(1), 152-155. https://doi.org/10.25026/mpc.v12i1.418

Most read articles by the same author(s)