Karakterisasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit Daun Sukun (Artocarpus altilis)

  • Eko Nur Setiawan
  • Nur Mita Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-6355-6888
  • Arsyik Ibrahim
Keywords: Jamur endofit, Artocarpus altilis, Metabolit sekunder, KLT (Kromatografi Lapis Tipis)

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Karakterisasi dan Identifiksi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit Daun Sukun (Artocarpus Altilis)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi isolat jamur endofit yang diisolasi dari daun sukun dan golongan metabolit sekunder yang dimiliki oleh isolat jamur endofit tersebut. Karakterisasi isolat jamur endofit dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk identifikasi metabolit sekunder isolat jamur endofit dilakukan dengan uji reaksi kimia dan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dengan pereaksi semprot spesifik. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua isolat jamur endofit (IFE1P dan IFE2HK) dari daun sukun. Hasil karakterisasi secara makroskopis menunjukkan, bahwa pada isolat IFE1P memiliki koloni berwarna putih dengan tekstur granular, permukaan berbentuk konsentris dan elevasi halus serta bentuk penonjolan timbul. Secara mikroskopis isolat IFE1P memiliki hifa aseptat dengan hialin, konidia dan konidiofor. Pengamatan secara makroskopis menunjukan, bahwa pada isolat IFE2HK memiliki koloni berwarna hijau kehitaman dengan tekstur menyerupai beludru, berbentuk bulat dengan tepi bergelombang dan elevasi halus dengan penonjolan berbentuk bukit. Secara mikroskopis isolat IFE2HK memiliki hifa septat berbentuk rhizoid dan terdapat konidiospora. Kedua isolat jamur endofit memiliki metabolit sekunder yang hampir serupa seperti tanaman inangnya, yaitu flavonoid, polifenol, triterpen, dan steroid. Senyawa saponin hanya terdapat pada isolat IFE1P dan tidak teridentifikasi pada isolat IFE2HK.

References

Carlile, M.J., S.C. Watkinson, dan G.W. Gooday. 2001. The fungi. Academic Press; California.
Gandjar, I., W. Sjamsuridzal, dan A. Oetari. 2006. Mikologi dasar dan terapan.
Yayasan Obor Indonesia; Jakarta.
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia III Edisi ke-1. Penerbit Yayasan Sarana Wana Jaya; Jakarta.
Petrini OTN, Sieber LT, Viret O. 1992. Ecology Metabolite Production and Substrate Utilization In Endophytic Fungi. Nat Toxin.1: 189-196.
Radji, M. 2005. Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. EGC; Jakarta.
Strobel GA., and B. Daisy. 2003. Bioprospecting for Microbial Endophytes and Their Natural Products. Microbiol. and Mol. Biology Rev. 67(4): 491-502.
Strobel GA. 2004. Natural Products from Endophytic Microorganism. Journal of Natural Products. 67: 257-268.
Sulistyaningsih, Rostinawati T, dan Permana C. 2009. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis [Parkins.] Fosbberg Terhadap Bakteri Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan Jamur Candida albicans, Microsporum gypsium. Farmaka. 7 (1): 1-14.
Tan, RX and WX Zou. 2001. Endophytes: a Rich Source of Functional Metabolites. Nat Prod.Rep. 18: 448-459.
Tombe, M. 2008. Fungi Endofit Sebagai Penghasil Antibiotika. C.V. Meori Agro; Jakarta.
Published
2015-11-27
How to Cite
Setiawan, E. N., Mita, N., & Ibrahim, A. (2015). Karakterisasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit Daun Sukun (Artocarpus altilis). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 2(1), 82-88. https://doi.org/10.25026/mpc.v2i1.44

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>