POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREAN) DI RUMAH SAKIT ISLAM SAMARINDA

  • Elsha Wiguna Sumanti
  • Welinda Dyah Ayu
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
Keywords: antibiotik, profilaksis, sefotaksim

Abstract

Angka kejadian kelahiran dengan bedah sesar meningkat setiap tahunnya, sehingga kebanyakan pasien bedah sesar diberikan antibiotik profilaksis untuk mencegah kejadian infeksi luka operasi (ILO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di Rumah Sakit Islam Samarinda. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik pasien. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Adapun kriteria inklusi pasien yang digunakan adalah pasien yang melahirkan secara bedah sesar dan pasien yang memiliki data rekam medik yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien bedah sesar berdasarkan usia tertinggi pada usia 20-35 tahun sebanyak 78,14% (118 pasien), sebanyak 35,09% (53 pasien) berdasarkan frekuensi kehamilan tertinggi pada kehamilan kedua, serta berdasarkan indikasi medis tertinggi pada bedah sesar berulang sebanyak 33,77% (51 pasien). Gambaran penggunaan antibiotik yang digunakan tertinggi adalah sefotaksim sebanyak 73,50% (111 pasien), 15,23% (23 pasien) mendapatkan seftriakson, 0,66% (1 pasien) mendapatkan amoksisilin, 0,66% (1 pasien) mendapatkan sefoperazon dan 9,93% pasien (15 pasien) tidak mendapatkan antibiotik. Pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di Rumah Sakit Islam Samarinda tertinggi adalah sefotaksim (73,50%).

References

1. BKKBN. (2007). Keluarga Berencana dan kontrasepsi. Cetakan ke-5.Jakarta. Pustaka sinar harapan
2. Caughey AB (2001), Risk of Vaginal Birth After Caesareanhttp://www.bmj.com/content/early/2001/12/31
3. Departemen Kesehatan RI. 2010. Survey Demografi Kesehatan Indonesia . Jakarta.
4. Gordon, R.E. & Gordon, K.K. 2012. Social Factors in the Prediction and Treatment of Emotional Disorders of Pregnancy. Am J Obstet Gynecol, 107:1074-83.
5. Hidayat, A. Aziz Alimul. (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba Medika. Jakarta. Hal 81-113, 213-222.
6. HoanTjay, T. Rahardja K. 2002. Obat- Obat Penting : Khasiat, Penggunaannya dan Efek Sampingnya. Ed 5. Jakrata : PT Elex Media Computindo.
7. Kemenkes. 2011. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Jakarta.
8. Mugford, M., Kingston, J. & Chalmers, L., 1989, Reducing the incidence of infection after caesarean section: implications of prophylaxis with antibiotics for hospital resources, BMJ, 299, 1003-1006.
9. Prasetya, D.B., 2013, Efektifitas Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea Elektif Di Rumah Sakit Sidoarjo, Jurnal Ilmiah, Surabaya: Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya.
10. Rasjidi, imam. 2009. Manual Sectio Sesarea dan Laparatomi kelainanAdneksa. Jakarta : Sagung Seto.
11. Sheiner GI. Shoham-Vardi, Hallak M. Hershkowitz R. Katz M and Major M. 2001. Plasenta Previa : Obstetric risk and pregnancy outcome. J. Matern Fetal. Med 10 : 414-419.
12. Smaill, F., dan Hofmeyr, G.J. (2007). Antibiotic Prophylaxis For Cesarean Section. http://www.thecochranelibrary.com. Diakses tanggal 3 Maret 2015.
13. Sumapraja S dan Rachimhadi T. 2005. Perdarahan Antepartum dalam: Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. pp: 365-85: Jakarta.
14. Wattimena, J. R., Sugiarso, N. C., Sukandar , E. Y., Widianto, M. B., Soemardji, A. A., Setiadi, A. R. 2001. Farmakodinamika dan Terapi Antibiotika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
15. WHO, 2003, Managing Complications in Pregnancy and Childbirth: a Guide for Midwives and Doctors, 275-285, Geneva, World Health Organization.
Published
2016-04-25
How to Cite
Sumanti, E. W., Ayu, W. D., & Rusli, R. (2016). POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREAN) DI RUMAH SAKIT ISLAM SAMARINDA. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 22-28. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.63

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>