Formulasi Tablet Chlorpheniramine Maleat (CTM) dengan Pati Ampas Tahu Sebagai Bahan Pengisi Dalam Pemanfaatan Limbah Tahu di Samarinda

Formulation of Chlorpheniramine Maleat (CTM) Tablets from Soybean Curd Residue Starch as a Fillers in Utilization Soybean Waste at Samarinda

Authors

  • Nurdewi Halik Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian “Farmaka Tropis”, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Dewi Mayasari Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian “Farmaka Tropis”, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
  • Herman Herman Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian “Farmaka Tropis”, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25026/mpc.v16i1.670

Keywords:

Ampas Tahu, Pati, Bahan Pengisi, Tablet, Chlorpheniramine Maleat

Abstract

Ampas tahu adalah hasil sisa pemerasan gilingan kedelai pada produk tahu yang memiliki karbohidrat tinggi sehingga dapat dikelola menjadi pati yang berpotensi untuk dimanfaatkan  sebagai bahan pengisi pada sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pati ampas tahu sebagai bahan pengisi pada sediaan tablet Chlorpheniramine Maleat. Pati ampas tahu dibuat dengan cara perendaman dengan KOH 0,1% dan pengeringan, selanjutnya diidentifikasi sifat fisik dan kimia pati ampas tahu. Pati ampas tahu kemudian di formulasikan menjadi sediaan tablet dengan perbandingan pati ampas tahu dan avicel PH 102 yaitu F1 (34:62), F2 (62:34), F3 (48:48), F4 (20:76), F5 (76:20) dengan metode kempa langsung. Hasil identifikasi sifat fisik dan kimia pati ampas tahu berupa serbuk, berwarna putih kecoklatan, berbau khas tahu, tidak memiliki rasa, mengandung karbohidrat pada uji iodin, memiliki pH 5,41, kadar air 5,27 dan kadar abu 2,73. Hasil evaluasi kualitas serbuk dan sifat fisik tablet menunjukkan bahwa F2 sebagai formula tablet Chlorpheniramine Maleat (CTM) terbaik.

References

Rusmadi, & Takwin. 2009. Studi Kasus Industri Pengolahan Tahu di Kota Samarinda (Case Study of Processing Industry of Tofu in Samarinda City). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan, 6(1), 44–50.

Pagoray, H., Sulistyawati, S., & Fitriyani, F. 2021. Limbah Cair Industri Tahu dan Dampaknya Terhadap Kualitas Air dan Biota Perairan. Jurnal Pertanian Terpadu, 9(1), 53–65.

Rowe, R., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. 2009. Handbook Pharmaceutical Excipients, Sixth Edition. London?: Pharmaceutical Press.

Endarwati, A. 2020. Formulasi Tablet Kunyah Antasida dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Pati ampas Tahu sebagai Eksipien menggunakan Metode Kempa Langsung. Universitas Muhammadiyah Magelang.

Kuniawati, D. 2004. Pengaruh Penambahan Ampas Tahu Sebagai Bahan Penghancur Tablet Parasetamol Secara Intragranuler Terhadap Sifat Fisik dan Pelepasan Obatnya. Universitas Islam Indonesia.

Rapael, S. 2013. Uji Amilum Batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sebagai Bahan Pengisi Pada Tablet Klorfeniramin Maleat (CTM) dengan Granulasi Basah. Universitas Tanjungpura Pontianak.

Winandy, G. 2016. Formulasi dan Evaluasi Tablet CTM dengan Penggunaan Amilum Umbi Talas dan HPMC Hasil Kombinasi Metode Pregelatinasi Parsial dan Ko-Proses. Universitas Islam Indonesia.

Sari, N. T., Riayah, P. D., Fasya, N., & A, A. M. 2017. Pengembangan Formulasi Pasta Antiinflamasi Piroksikam Berbasis Ampas Tahu dalam Pemanfaatan Limbah Tahu Di Purwokerto ( Formulation of Piroksikam Anti-Inflamation Paste from Soybean Curd Residue in Utilization Soybean Waste at Purwokerto ). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 15(2), 148–154.

Daud, A., Suriati, & Nuzulyanti. 2019. Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan Kadar Air Metode Thermogravimetri. Lutjanus, 24(2), 11–16.

Sudarmadji, S., Bambang, H., & Suhardi. 2007. Prosedur Analisis Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty?: Yogyakarta.

Niazi, S. K. 2016. Handbook of Pharmaceutical Manufacturing Formulations, Second edition: Volume one, Compressed Solid Products. Informa Healthcare, New York.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Gajah Mada University: Yogyakarta.

Anief, M. 2015. Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press?: Yogyakarta.

Depkes RI. 2009. Farmakope Indonesia V. Edisi V. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.

Syamsuni, H. A. 2016. Ilmu Resep. Penerbit Buku Kedokteran EGC?: Jakarta.

Setiawan, P. P. 2015. Isolasi dan Identifikasi Karbohidrat. Universitas Pendidikan Ganesha?: Singaraja.

Asiah, N., Cempaka, L., & David, W. 2018. Panduan Praktis Pendugaan Umur Simpan Produk Pangan. UB Press, Penerbitan Universitas Bakrie.

Utami, D. F. 2000. Uji kelayakan ampas tahu kering sebagai disintegran tablet vitamin C yang dibuat secara cetak langsung dibandingkan dengan Avicel PH 101. Universitas Surabaya.

Kusuma, I. Y., & Prabandari, R. 2020. Optimasi Formula Tablet Piroksikam Menggunakan Eksipien Laktosa, Avicel pH-101, dan Amprotab dengan Metode Simplex Lattice Design. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 17(1), 31–44.

Downloads

Published

2022-12-24

How to Cite

Halik, N., Mayasari, D., & Herman, H. (2022). Formulasi Tablet Chlorpheniramine Maleat (CTM) dengan Pati Ampas Tahu Sebagai Bahan Pengisi Dalam Pemanfaatan Limbah Tahu di Samarinda: Formulation of Chlorpheniramine Maleat (CTM) Tablets from Soybean Curd Residue Starch as a Fillers in Utilization Soybean Waste at Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 16(1), 33–39. https://doi.org/10.25026/mpc.v16i1.670

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>