ANALISIS KADAR NIKOTIN ROKOK HERBAL INDONESIA

  • Rahmat Nur Hidayat
  • Adam M. Ramadhan
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
Keywords: herbal cigarette, conventional cigarette, content of nikotin

Abstract

Fenomena di masyarakat saat ini adalah meyakini bahwa rokok herbal tidak memiliki kandungan nikotin. Untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai kandungan nikotin pada rokok herbal, dilakukan penelitian identifikasi senyawa metabolit sekunder dan analisis kadar nikotin pada rokok herbal dilakukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 262 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan metabolit sekunder pada 5 jenis rokok herbal yang diteliti antara lain alkaloid, fenol, dan terpenoid, sedangkan saponin hanya diperoleh pada satu jenis rokok herbal. Kandungan nikotin perbatang rokok herbal A, B, C, D, dan E adalah berturut-berturut sebesar 1,127 mg, 0,592 mg, 1,538 mg, 0,706 mg, dan 1,213 mg. Hal ini menunjukkan bahwa rokok herbal B dan D memiliki kandungan nikotin yang hampir sama dengan salah satu rokok konvensional yaitu 0,629 mg. Sementara rokok herbal A, C, dan E memiliki kandungan nikotin yang lebih besar dibandingkan dengan rokok konvensional.

References

1. Subagyo, Partodiharjo. 2009. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya. Esensi: Jakarta.
2. Peter M. Clayton, dkk. 2013. Spectroscopic Studies On Nicotine and Nornicotine in the UV Region. CHIRALITY 25:288-293.
Published
2016-04-25
How to Cite
Hidayat, R. N., Ramadhan, A. M., & Rusli, R. (2016). ANALISIS KADAR NIKOTIN ROKOK HERBAL INDONESIA. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 72-74. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.68

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>