KARAKTERISTIK DAN POLA PENGOBATAN PADA PASIEN PEDIATRI PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA

  • Redemptus Patria Adeliriansyah
  • Victoria Yulita Fitriani
  • Arsyik Ibrahim
Keywords: ISPA, karakteristik pasien, Pola pengobatan

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang mengenai struktur saluran pernafasan diatas laring yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang masyarakat dan  menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan ISPA yang diberikan pada pasien pediatri. Penelitian ini bersifat prospektif yang menggunakan kuisioner yang telah divalidasi untuk mengambil data dari pasien anak yang didiagnosa ISPA. Jumlah pasien yang diteliti sebanyak 15 pasien.  Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien perempuan 80%, laki-laki 20%, balita 53%, anak-anak 47%, pekerjaan orang tua IRT 73%, pendidikan orang tua SMA sederajat 73%. Berdasarkan diagnosis dibagi menjadi 4 kelompok yaitu sinusitis akut (J01) 6,5%, faringitis akut (J02) 6,5%, tonsilitis akut (J03) 60%, dan ISPA tidak spesifik (J069) 27%. Pola ketepatan pengobatan pemberian antibiotik untuk kategori J01 dan J02 100 % tidak tepat, kategori J03 55,56% tepat dan 44,44% tidak tepat, kategori J069 100% tidak tepat dengan golongan antibiotik yang digunakan adalah golongan makrolida dan turunan penisilin. obat penunjang yang diberikan adalah kortikosterid, ß2-agonist, mukolitik, antihistamin, analgesik-antipiretik, ekspektoran, vitamin. Berdasarkan hasil yang didapatkan  dapat disimpulkan, setiap pasien ISPA pediatrik akan diberi 2 terapi yaitu terapi antibiotik dan terapi penunjang.

References

1. Hood, A., Muhammad, A., Saleh, W.B.M. Taib., 1993, Ilmu Penyakit Paru, Airlangga University Press: Surabaya
2. Zoorob R, Sidani MA, Fremont RD, dan Kihlberg C. 2012. Antibiotic Use in Acute Upper Respiratory Tract Infections. American Family Physician. 86(9): 817-22.
3. Nur, H., 2004. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Skripsi FKM USU. Medan
4. AJ Brink. 2008. Guidelines for the Management of Upper Respiratory Tract Infections. SA Medical jurnal Vol. 94 No. 6
5. CMA Foundation. 2007. Acute Respiratory Tract Infection Guideline Summary .diunduh dari http://www.nj.gov/health/cd/mrsa/documents/arti_ped_.pdf. Diakses pada 6 april 2016.
6. WCDHB. 2013. Antibiotic Guidelines for Primary Care. Diunduh dari http://www.westcoastdhb.org.nz/publications/policies_n_procedures/policies_n_procedures_docs/inf_ctrl_antibiotic_guidelines_primary/AntibioticGuidelines-Primary.pdf. Diakses pada 6 april 2016
Published
2016-04-25
How to Cite
Adeliriansyah, R. P., Fitriani, V. Y., & Ibrahim, A. (2016). KARAKTERISTIK DAN POLA PENGOBATAN PADA PASIEN PEDIATRI PENDERITA ISPA DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 81-88. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.70

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>