Terapi Penggunaan Obat Stroke Pada Pasien Stroke Iskemik Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

  • Renny Anggraini
  • Victoria Yulita Fitriani
  • Muhammad Amir Masruhim
Keywords: Stroke iskemik, karakteristik pasien, penggunaan obat

Abstract

Stroke Iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan penggunaan obat stroke pada pasien stroke iskemik yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental dengan rancangan analisis deksriptif menggunakan data rekam medik yang dikumpulkan secara retrospektif dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 pasien. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan rancangan non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien stroke iskemik tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (59,09%), berdasarkan usia adalah kelompok usia 41-65 tahun (70,00%), berdasarkan pendidikan terakhir adalah SMA atau sederajat (20,00%) dan berdasarkan pekerjaan adalah pegawai swasta (40,00%). Obat yang paling banyak digunakan pada terapi stroke iskemik adalah obat golongan aktivator serebral dan vasodilator perifer yaitu obat citicolin (82,73%) dengan dosis obat 500 mg dan lama pengobatan yang paling banyak terjadi pada hari ke 5 – 10 hari (56,37%).

 

References

Ali, M., 2009. Stroke Outcome In Clinical Trial Patients Deriving From Different Countries. Stroke 40:35-40.
Astutik, Widi., Didik, H., Nailis, S. 2013. Penggunaan Obat Golongan Diuretik pada Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap Rsu Dr. Saiful Anwar Malang. Media Farmasi. (10)2.
Basjiruddin. 2007. Diabetes Mellitus And Stroke. Medan: Neurology Up Date
Departemen Kesehatan RI, 2008. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembngan Departemen Kesehatan RI.
Dianita, Sari., Pagan, P., Nelly, A. 2013. Perbandingan Efektivitas Asetosal dan Kombinasi Asetosal-Klopidogrel terhadap Pasien Stroke Iskemik Akut.Berkala Kedokteran. (9) 2:109-118
Feigin, Valery. 2006. Stroke, Panduan Bergambar Tentang Pencegahan dan Pemulihan Stroke. 2nd ed. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Grieb, P.2014. Neuroprotective Properties of Citicolin: Facts Doubts and Unrsoved Issues. CND Drugs (2014) 28.
Heart and Stroke Foundation. 2010. A Perfect Storm of Heart Disease Looming On Our Horiz
Junaidi, 2011. Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta: Andi Offset.
Misbach,Jusuf dan Ali,Wendra. 2001. Stroke in Indonesia: A first large prospective hospital-based study of acute stroke in 28 hospitals in Indonesia. Journal of Clinical Neuroscience. (8)3.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Perdossi, 2004. Guideline stroke. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
Setiya, D., Didik, H., dan Nailis, S. 2013. Study Penggunaan Obat Neuroprotektan pada Pasien Stroke Iskemik . Pharmacy. 10 (2). Halaman 6.
Published
2016-04-25
How to Cite
Anggraini, R., Fitriani, V. Y., & Masruhim, M. A. (2016). Terapi Penggunaan Obat Stroke Pada Pasien Stroke Iskemik Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 89-97. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.71

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>