ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI DALAM LAMUN Enhalus acroides DIPERAIRAN PASARWAJO BUTON

  • Sabaniah Indjar Gama
Keywords: Bakteri simbiont, Pasarwajo Buton, Enhalus acoroides

Abstract

Lamun Enhalus acroides merupakan sumber makanan penting bagi banyak organisme diperairan, selain itu  juga lamun memberikan habitat bagi berbagai makorganisme dan mikroorganisme laut,  salah  satunya  adalah bakteri karena lamun menyediakan tempat hidup serta nutrisi pada bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang berada pada lamun  Enhalus acoroides, menentukan laju pertumbuhan bakteri yang bersimbion pada lamun dan menentukan jenis bakteri yang diisolasi pada lamun. Adapun tahapan-tahapan adalah isolasi, identifikasi bakteri dengan uji fisiologis (pewarnaan), uji biokimia. Berdasarkan hasil penelitian bahwasanya bakteri yang bersimbion pada lamun Enhalus acoroides tumbuh pada suhu  maksimum 27oC pada pengenceran 10-2. Sedangkan penentuan karakter morfologi dan pewarnaan gram bakteri simbion, dilakukan berdasarkan Microbiology Laboratory Manual dan menunjukkan bahwa morfologi sel bakteri yang berada pada lamun yaitu basill (batang), hasil perwarnaan gram pada bakteri lamun diperoleh gram negatif, begitu juga uji biokimia dan dapat bahwa bakteri yang bersimbion pada lamun adalah Klebsiella sp.

References

1. Adriani, Alfian Noor, Abdul Rauf Patong, Maming. 2012. Analisis Kadar Logam Cu Dalam Bakteri Simbion Pada Spons Callyspongia sp. Jurnal marine acta 13 (2).
2. Brockman, F. J., Denovan, B., Hicks, R. J dan Fredicson, J. K. 1989. Isolation and characterization of quinoline degrading bacteria from subsurface sedimen. Appl. and Envinronm. Microbiology. Volume 59(1) : 340-343
3. Fenchel, T. 2001. Microorganisms (Microbes), Role Of: Encyclopedia of Biodiversity 4 : 207-219.
4. Gani, A. 2008. Metode bakteorologi diagnostik. BBLK : Makassar
5. Massinai, A, Abdul Haris, Eka Lisdayanti, dan Benny Audy Gosary. 2013 . Lamun Pulau Bonebatang, Kepulauan Spermonde Dan Bakteri Asosiasinya, Fakultas perikanan dan kelautan Universitas Hasanuddin, Makassar.
6. Lay, B. W. 1994. Analisis mikroba di laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
7. Ogensky, E. L. and Umbreit W. W. 1959. An inroduction to Bacterial Physiology.2nd Ed. W. H. Freman and Company, san Franscisco and London: 117134.
8. Pelczar, M. J., Chan, E. C. S. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jilid I. Terjemahan Ratna Siri Hadioetomo. UI Press, Jakarta.
9. Ravikumar, S., Thajuddin N., Suganthi P., Jacob S and Vinodkumar T. 2010. Bioactive Potential of seagrass bacteria against Human bacterial Pathogens. Journal of Environmental Biology. 31 (3) : 387-389.
10. Rumiantin R.O. 2010. Kandungan Fenol, Komponen Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Lamun Enhalus acoroides [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Published
2016-04-25
How to Cite
Gama, S. I. (2016). ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI DALAM LAMUN Enhalus acroides DIPERAIRAN PASARWAJO BUTON. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 122-127. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.74

Most read articles by the same author(s)