Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Beberapa Rumah Sakit Di Samarinda Periode 2015

  • Sri Andriani Allo Bulawan
  • Jaka Fadraersada
  • Laode Rijai Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia http://orcid.org/0000-0002-1087-1112
Keywords: Karakteristik pasien, antibiotik, demam tifoid

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik yang termasuk dalam masalah kesehatan di negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dibeberapa Rumah Sakit di Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode analisis secara deskriptif. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan rancangan probability sampling menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien demam tifoid tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (52,22 %), berdasarkan usia adalah kelompok umur 18-40 tahun (80 %), berdasarkan pendidikan adalah SD (42,68%) dan berdasarkan pekerjaan adalah swasta (46,43%). Penggunaan antibiotik terbanyak pada sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson (52,22 %).

References

1. Ayu, N.S., Junaidi, A. dan Maria, U. 2010. Karakteristik Tersangka Demam Tifoid Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Periode Tahun 2010. Syifa’Medika. 3. (1). Halaman 2-3.
2. Puspitasari, I.R., dan Eman, S. 2011.Cost-Effectiveness Analysis Pengobatan Demam Tifoid Anak Menggunakan Sefotaksim dan Kloramfenikol di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Mandala of Health. 5. (2).Halaman
3. Depkes RI. 2007. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2007.Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.
4. Balitbangkes. 2008. Riset Kesehatan Dasar 2007. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
5. Fauci, A. S., Dennis, L. dan, L. Eugene B. Stephen, L. Larry, J. dan Joseph, L. 2008. Harrison’s Principles of Internal Medicine 17th Edition. The McGraw-Hill Medical. New York.
6. Musnelina, L., Fuad, A. Ascorbat, G. dan Pratiwi, A. 2004. Pola Pemberian Antibiotika Pengobatan Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Tahun 2001 – 2002.Makara, Kesehatan. 8. (1). Halaman 1-2.
7. Arias, C.A., dan Barbara, E. 2015. A New Antibiotic and the Evolution of Resistance. The New England Journal Medicine. 372. (12). Halaman 1.
8. Kamriyani., Yusran, H. dan Darwis. 2013. Pola Pemberian Antibiotik Pada Pasien di Ruang Perawatan Interna RSUD Kabupaten Pangkep. STIKES Nani Hasanuddin.2. (1). Halaman 2.
9. Hirokawa, K., Masanori, U. Yoshio, H. Masanobu, K. Takashi, M. dan Tamas, F. 2013. Slower Immune System Aging In Women VersusMen In The Japanese Population. Biomed Central. 10. (19). Halaman 4-6
10. Susanti. 2015. Pengetahuan Keluarga Penderita Demam Tifoid dan Tindakan Pencegahan Demam Tifoid di Dusun Mundu Catur Tunggal Sleman Yogyakarta. Adi Husada Nursing Journal. 1. (2). Halaman 2-3
11. Menteri Kesehatan. 2006. Pedoman Pengendalian Demam Tifoid. Menkes RI. Jakarta
Published
2016-04-25
How to Cite
Bulawan, S. A. A., Fadraersada, J., & Rijai, L. (2016). Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Beberapa Rumah Sakit Di Samarinda Periode 2015. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 145-150. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.77

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>