Identifikasi Obat Penginduksi Kerusakan Hati Pada Pasien Hepatitis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie

  • Tiara Dewi
  • Muhammad Amir Masruhim
  • Riski Sulistiarini
Keywords: Identification, hepatotoxic drug, hepatitis

Abstract

Hepatitis merupakan salah satu penyakit pada organ hati yang disebabkan oleh virus. Pada pengobatan hepatitis masih ditemukan pemberian obat-obat yang berefek hepatotoksik yang dikhawatirkan dapat memperburuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hepatitis, menemukan adanya pemberian obat-obat hepatotoksik pada pasien hepatitis dan mengetahui persentase pemberian obat-obat hepatotoksik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan purposive sampling dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 77 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik terbanyak adalah pasien berjenis kelamin laki-laki (93,50%) dengan usia 18-40 tahun (59,74%) dan dari 77 subjek penelitian diketahui 60 pasien (77,92%) mendapatkan obat-obat hepatotoksik dan persentase rata-rata obat-obat hepatotoksik yang diberikan pada 60 pasien tersebut adalah 48%.  Obat hepatotoksik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol dengan persentase sebesar 9,37%.

References

1. Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2007. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati. Departemen Kesehatan RI : Jakarta
2. Balitbangkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehatan RI : Jakarta
3. Cinthya, Sindy E., Ivan S. Pradipta dan Rizki Abdulah. 2012. Penggunaan Obat Penginduksi Kerusakan Hati pada Pasien Rawat Inap Penyakit Hati. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Voluime 1 Nomor 2 : 44
4. Hikmah, Eka Nurul. 2014. Penggunaan Obat-Obatan Penginduksi Penyakit Hati terhadap Pasien Gangguan Fungsi Hati di Rumah Sakit X Surakarta Tahun 2012. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
5. Tajiri K dan Shimizu Y. 2008. Practical Guidelines for Diagnosis and Early Management of Drug-Induced Liver Injury. World J GastroenterolVol 14 No.44: 6774–6785
6. Wojtowicz, Ewa Jagiello; Elzbieta Baran, Grazyna Krawczuk dan Violetta Szklarczyk. 2007. Testosterone, Estradiol. Progesterone and Sex Hormone Binding Globulin (SHBG) Blood Serum Levels in Men with Acute Viral Hepatitis A or B. Med Sci Monit Volume 3 Nomor 5 : 686-691
7. Carrion, Andres F. Dan Paul Martin. 2012. Viral Hepatitis in the Elderly. American Journal Gastroenterol Volume 107 Nomor 5
8. Pandit, Aashish; Tarun Sachdeva dan Pallavi Bafna. 2012. Drug-Induced Hepatotoxicity. : A Review. Journal of Applied Pharmaceutical Science Volume 02 Nomor 05
9. PKIDs’ PHR. 2013. Ibuprofen vs Acetaminophen : Which Painkiller is Better for Children with Viral Hepatitis ?
10. Nidhi, Sarma; Singh Robin dan Kumar Sunil. 2012. Different Models of Hepatotoxicity and Related Liver Diseases : A Review. International Research Journal of Pharmacy Volume 3 Nomor 7 ISSN 2230-8407
11. Somchit, Sanat, Shahrin dan Zuraini. 2004. Liver Injury Induced by the Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug Mefenamic Acid. Singapore Med Journal Volume 45 Nomor 11
Published
2016-04-25
How to Cite
Dewi, T., Masruhim, M. A., & Sulistiarini, R. (2016). Identifikasi Obat Penginduksi Kerusakan Hati Pada Pasien Hepatitis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(1), 151-157. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i1.78

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>