Konservasi Tumbuhan Obat Kalimantan Timur dalam Perspektif Kehutanan dan Lingkungan Hidup “Penggalian, Pemanfaatan dan Pemanfaatan Berkelanjutan”

  • Suryanto Suryanto
  • Ahmad Gadang Pamungkas
  • Teguh Muslim
Keywords: Tumbuhan obat, Konservasi tumbuhan obat, Penggalian dan pemanfaatan tumbuhan obat

Abstract

Kesehatan, kapital, hak intelektual dan pemanfaatan tumbuhan obat yang bersumber dari hutan adalah hal menarik diulas dalam tulisan ini. Upaya penggalian, pemanfaatan dan pemanfaatan berkelanjutannya bagaimanapun berkaitan erat dengan isu-isu tentang kondisi ruang hutan yang menyempit, eksploitasi dan upaya konservasinya.  Tulisan ini menyediakan konsep pikir terkait isu-isu tersebut dan tentang upaya mengelola potensi-potensi tumbuhan obat di Indonesia dengan arah yang lebih baik.

References

Aditama, Y.T. 2014. Jamu dan Kesehatan. ISBN 978-602-0936-18-5. Lembaga Penerbit Balitbangkes (LPB). Jakarta.
BPS, 2015. Direktori Perusahaan Kehutanan. Biro Pusat Statistik (BPS). ISSN. 2089-242x. Jakarta.
Cifor, 2007. Hutan dan Kesehatan Manusia. Editors : M, Wan; Y, Indriatmoko dan L, Yuliani CIFOR Infobrief No. 11(b), Mei 2007. Center for International Forestry Research (Cifor). Bogor.
Gardner, T dan R. Engelman. 1999. Forest Future : Population, Consumption, and Water Resourches. Population Action International. Washington DC.
Gunawan, W dan Mukhlisi. 2014. Bioprospeksi : Upaya Pemanfaatan Tumbuhan Obat Secara Berkelanjutan di Kawasan Konservasi. Prosiding Seminar Balitek KSDA : Tumbuhan Obat dari Hutan; Konservasi, Budidaya dan Pemanfaatan, Editors : I. Yassir, T, Atmoko dan B.S. Sitepu. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam, Balikpapan, 3 Desember 2014.
Kemenkes, 2007. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 381/Menkes/SK/ III/2007 tentang Kebijakan Obat Tradisional Nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Jakarta.
Kemenkes, 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pengembangan Obat Tradisional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Jakarta.
KLHK, 2015. Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2014. Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jakarta.
Kompas, 2015. Sebelum Hutan Menjadi Kenangan. http://nasional.kompas.com/read/2015/-03/21/11422271/Sebelum.Hutan.Menjadi.Kenangan. Diakses : 12 April 2015.
PRI, 1990. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati. Pemerintah Republik Indonesia (PRI), Jakarta.
PRIa, 1999. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pemerintah Republik Indonesia (PRI), Jakarta.
PRIb, 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Dan Satwa Liar. Pemerintah Republik Indonesia (PRI), Jakarta.
PRI, 2009. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pemerintah Republik Indonesia (PRI), Jakarta.
Rostiwati, T. 2012. Rencana dan Progres Penelitian Pengelolaan HBBK Femo (Food, Energy, Medicine, Others) Lingkup Badan Litbang Kehutanan. Makalah Disampaikan Pada Seminar Nasional HHBK Tanggal 12 September 2012 Di Senggigi, Nusa Tenggara Barat.
Setyowati, F. M. (2010). Etnofarmakologi dan pemakaian tanaman obat suku dayak tunjung di Kalimantan Timur. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 20(3 Sept).
Widuri, A.A.; Noorcahyati dan A. Puspanti. 2014. Kandungan Metabolit Sekunder pada Tumbuhan Berkhasiat Antidiabetes oleh Etnis Kalimantan : Potensi Untuk Pengembangan Obat Modern. Prosiding Seminar Balitek KSDA : Tumbuhan Obat dari Hutan; Konservasi, Budidaya dan Pemanfaatan, Editors : I. Yassir, T, Atmoko dan B.S. Sitepu. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam, Balikpapan, 3 Desember 2014.
Published
2016-04-26
How to Cite
Suryanto, S., Pamungkas, A. G., & Muslim, T. (2016). Konservasi Tumbuhan Obat Kalimantan Timur dalam Perspektif Kehutanan dan Lingkungan Hidup “Penggalian, Pemanfaatan dan Pemanfaatan Berkelanjutan”. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 8-17. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.83