PENETAPAN MUTU EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANYURU (Pterospermum celebicum, Miq.) SEBAGAI BAHAN BAKU SEDIAAN HERBAL TERSTANDAR

  • Asnah Marzuki
  • Rahim Rahim
  • Rita Rita
Keywords: Banyuru (Pterospermum celebicum, Miq),, Quality, Bark, Ethanol Extract

Abstract

Penelitian penetapan mutu ekstrak etanol  kulit batang  Banyuru (Pterospermum celebicum, Miq), telah dilakukan, yang berasal  dari  daerah  Bantaeng, Malino dan Pare-Pare, yang merupakan tanaman spesifik. digunakan sebagai tanaman tradisional Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan menjadikan sebagai bahan baku ekstrak sediaan herbal terstandar,  menggunakan standar mutu sebagai parameter. Ekstrak  herbal terstandar yang meliputi pengujian organoleptik ekstrak, dengan hasil  menunjukkan  semua  ekstrak  EKBB  berwarna coklat tua, rasa sepat, bertekstur serbuk dan memiliki bau yang khas,  pengujian kadar  senyawa  ekstrak EKBB asal Bantaeng yang larut air 13,48% dan kadar senyawa yang larut etanol 1,84%. Kadar senyawa ekstrak asal Malino yang larut air 14,89% dan kadar senyawa yang larut etanol 3,61%. Kadar senyawa EKBB asal Pare-Pare yang larut air 14,76% dan kadar senyawa yang larut etanol 2,48%. Profil senyawa kimia masing-masing ekstrak dilakukan dengan metode KLT- Densitofotometrik yaitu ekstrak EKBB  menunjukkan bahwa   daerah   Bantaeng, Malino dan   Pare-Pare   mengandung   senyawa   golongan   flavonoid, senyawa golongan flavonoid ditandai dengan bercak noda berwarna biru pada penyemprotan dengan reagen sitroborat. Total rata-rata kandungan flavonoid senyawa EKBB Bantaeng 1,10%, Malino 1,06% dan Pare-Pare 1,05% dihitung sebagai kuersetin.

References

1. Manitto, P. 1981. Biosynthesis of Natural Product. John Wiley & Sons New York Robinson, T. 1991. The Organic Constituens Of Higher Plants, 6 th Edition Departement Of Biochemistry University of Massachusett , Amherst, MA 01003, 96-71.
2. Bisset, N. G. 1955. A phytochemical Survey Of Some Plants From The South Moluccas. Treub laboratory. Kebun Raya Bogor. 137.
3. Silbinol. S. C., 2000, A Rich Sources OF Polyphenolic Compounds Of Pterospermum marsupium, Phytochemistry Sabinsa Corporation, 70
4. Camporese , A., Balick, M.J., Arvigo, R., Esposito, R. G., Morsellino, N., De Simone, F, A. 2003. Screening Of Anti Bacterial Activity Of Medicinal Plants From Belize (Central America).Journal Of Etnopharmacology 87(2003):103 – 107.
5. Stalikas, D.C. Extraction, Separation, and Detection Method for
Phenolic Acid and Flavonoid. Journal Sep. Sci. 2007. Hal. 30, 3268-3295
6. Sossef, M. S., M.,Hong,L.T. and Prawirohatmodjo,S. 1998. Plant Resources of South - East Asia No 5 (3). Prosea Bogor Indonesia 479-482.
7. Saifudin, A., Rahayu, V., dan Teruna, HY. Standardisasi Bahan Obat Alam. Graha Ilmu. Jakarta. 2011. hal. 1-4, 69.
8. Departemen Kesehatan RI, (2000), Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, EdisiI, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan,Direktorat Pengawasan ObatTradisional, Bakti Husada,Jakarta, Hal.1-56, 18– 29
9. Hariyati, S. Standardisasi Ekstrak Tumbuhan Indonesia, Salah Satu Tahapan Penting Dalam Pengembangan Obat Asli Indonesia. 2005. Available from: Majalah InfoPOM Volume 6 Nomor 4 Juli 2005. hal. 1-5.
10. Heyne,K,. Tumbuhan berguna Indonesia. Jilid III, Terjemahan oleh Balitbang Kehutanan. Yayasan Sarana Warna aya: Jakarta. 1987. Hal. 1352-1353.
11. Harborne, J.B. 1987.Metode Fitokimia. Terjemahan oleh Padmawinata K &Soediro I.Bandung. Penerbit ITB. Hal. 120
12. Shukla, S.S.,Swarnlata S.,dan Shailendra S. TLC densitometric

Published
2016-04-26
How to Cite
Marzuki, A., Rahim, R., & Rita, R. (2016). PENETAPAN MUTU EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANYURU (Pterospermum celebicum, Miq.) SEBAGAI BAHAN BAKU SEDIAAN HERBAL TERSTANDAR. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 104-113. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.94