Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc <p>Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Proc. Mul. Pharm. Conf.)&nbsp;</p> <p>Penerbitan Jurnal atau Artikel (Prosiding) hasil dari seminar Nasional secara berkala 2x setahun yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Unmul sejak tahun 2015 yang bernama Seminar Nasional Kefarmasian. Sejak tahun 2017, nama seminarnya diganti menjadi Mulawarman Pharmaceuticals Conference. Seminar Nasional Kefarmasian atau Mulawarman Pharmaceuticals Conference ini dapat dilaksanakan sendiri oleh Fakultas Farmasi Unmul atau bekerja sama dengan Himpunan/organisasi profesi atau institusi lainnya.&nbsp;</p> Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia en-US Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2614-4778 Kajian Terapi Asma dan Tingkat Kontrol Asma Berdasarkan Asthma Control Test (ACT) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/246 <p style="text-align: justify;">Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan sumbatan saluran napas yang bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Prioritas pengobatan penyakit asma sejauh ini ditujukan untuk mengontrol gejala agar tidak terjadi serangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya asma berupa riwayat keturunan, riwayat merokok, riwayat terpapar asap rokok dan alergi serta penggunaan terapi kontroler dan tingkat kontrol asma dengan menggunaan kuisioner <em>Asthma Control Test</em> (ACT). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode prospektif dengan pemaparan hasil secara deskriptif. Sampel penelitian ialah pasien dengan usia &gt; 18 tahun dan diagnosis utama asma di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik berupa jenis kelamin perempuan (57,69%), usia 45-59 tahun (42,30%). Faktor risiko yang mempengaruhi asma berupa riwayat keturunan (53,84%), riwayat merokok (34,63%), riwayat terapar asap rokok (70,07%) dan alergi (57,69%). Penggunaan terapi kontroler symbicort<sup>®</sup> yang berisi Budesonid dan Formoterol fumarate dihydrate (15,38%) dengan frekuensi penggunan rutin (23,08%). Terapi yang diberikan dari Rumah Sakit yaitu Symbicort<sup>® </sup>dan N-Asetilsistein (46,16%). Tingkat kontrol asma berdasarkan skor ACT yang memiliki proporsi tertinggi yaitu pasien dengan asma tidak terkontrol sebanyak (84,62%).&nbsp;&nbsp;</p> Ana Nur Yasin Risna Agustina Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 1 6 10.25026/mpc.v6i1.246 EKSPLORASI JENIS PISANG SEBAGAI PENURUN KEASAMAN LAMBUNG SECARA IN VITRO https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/247 <p style="text-align: justify;">Pisang (<em>Musa</em> sp.) merupakan buah tropis yang memiliki manfaat dalam mengurangi iritasi lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai perlakuan dan jenis buah pisang terhadap tingkat keasaman cairan lambung. Penelitian dilakukan dengan membandingkan 4 jenis pisang yaitu Mauli, Raja, Kepok, dan Ambon, dimana perlakuan uji divariasikan terhadap daging buah segar, rebusan, dan daging buah yang digunakan bersama dengan beberapa obat golongan antasida dalam bentuk sediaan tablet, serbuk, dan suspensi. Penurunan keasaman lambung dilakukan secara <em>in vitro</em> dengan alat uji disolusi menggunakan media cairan lambung buatan sebanyak 300 ml, dimana pH diukur setiap 15 menit selama 2 jam. Dari penelitian ini diperoleh bahwa rebusan pisang menghasilkan pH yang lebih rendah dibandingkan buah segar pada cairan lambung. Daging buah pisang raja menghasilkan kemampuan menaikkan pH cairan lambung tertinggi pada pemberian tunggal. Adapun penggunaan pisang ambon bersama gerusan tablet antasida terbukti memiliki kapasitas penurun keasaman lambung terbaik dibanding antasida tunggal, dimana dalam waktu 15 menit telah mampu mengubah pH cairan lambung buatan dari 1,3 menjadi 3,5.</p> Anisha Putri Nur Mita Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 7 11 10.25026/mpc.v6i1.247 PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS PADA EKSPLAN DAUN SIRIH HITAM (Piper acre Blume) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/248 <p style="text-align: justify;">Sirih hitam memiliki banyak manfaat dibidang kefarmasian hanya penggunaannya masih sangat terbatas karena sulit untuk diperoleh oleh karena itu dilakukan upaya pengembangbiakan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi efektif zat pengatur tumbuh yang dapat menumbuhkan kalus daun sirih hitam. Eksplan daun sirih hitam ditumbuhkan pada medium <em>Murashige Skoog</em> dengan variasi konsentrasi zat pengatur tumbuh <em>Indole Butyric Acid</em> (IBA) dan <em>6-Benzyl Amino Purine</em> (BAP) dengan perbandingan beruturut-turut IBA 1 ppm : BAP 2 ppm; IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2,5 ppm : BAP 2 ppm; dan IBA 3 ppm : BAP 2 ppm. Hasil yang didapatkan adalah kalus tumbuh pada medium <em>Murashige Skoog</em> dengan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm.</p> Hidayat Hidayat Hajrah Hajrah Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 12 15 10.25026/mpc.v6i1.248 POLA PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN GERIATRI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/249 <p style="text-align: justify;">Penggunaan obat antibiabetes pada pasien geriatri, berpeluang menyebabkan hipoglikemik sehingga diperlukan pengobatan yang tepat dan rasional untuk keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, pola penggunaan obat, dan angka kejadian hipoglikemik pada pasien geriatri diabetes mellitus tipe 2 di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2017. Penelitian dilakukan dengan metode <em>purposive sampling</em> berdasarkan rekam medik dan lembar pertanyaan. Data karakteristik jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan pasien geriatri diabetes mellitus yang terbanyak perempuan 27 pasien (54 %), pendidikan rendah 27 pasien (54 %), tidak bekerja 26 pasien (52 %). Penggunaan obat tunggal terbanyak adalah metformin 7 pasien (58,30 %), sedangkan penggunaan kombinasi 2 obat oral terbanyak adalah glimepirid dan metformin 16 pasien (57,14 %) serta penggunaan kombinasi 3 obat oral terbanyak adalah glimepirid,metformin,akarbose 6 pasien (60 %). Persentase angka kejadian pasien diabetes mellitus tipe 2 geriatri yang mengalami gejala hipoglikemik 18 pasien (36 %).</p> Ayu Nursidah Rolan Rusli Dewi Rahmawati Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 16 21 10.25026/mpc.v6i1.249 EFEK PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA MANUSIA DENGAN PEMBERIAN AROMA DARI TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/250 <p style="text-align: justify;">Tanaman kemangi (<em>Ocimum basilicum</em> L.) mengandung minyak atsiri yang dapat menghasilkan aroma khas. Aroma khas pada tanaman dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tekanan darah pada manusia dengan pemberian aroma dari tanaman kemangi (<em>Ocimum basilicum</em> L.) Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian <em>quasi eksperiment</em> dengan rancangan <em>one group pretest-posttest</em> dengan jumlah sampel 5 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh pemberian aroma dari tanaman kemangi terhadap tekanan darah sistolik sebelum intervensi yaitu dengan rata-rata sebesar 112,4 mmHg dan setelah intervensi menjadi 107,26 mmHg, tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 74,46 mmHg dan setelah intervensi menjadi 76,13 mmHg, serta denyut jantung sebelum intervensi sebesar 83,53 kali/menit dan setelah intervensi menjadi 77,26 kali/menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aroma tanaman kemangi terbukti dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah yaitu menurunkan tekanan darah sistolik.</p> Delti Delaya Busa Mukti Priastomo Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 22 25 10.25026/mpc.v6i1.250 PENGARUH HIDROLISIS ASAM KLORIDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PATI BUAH SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/251 <p style="text-align: justify;">Pati sukun dapat bermanfaat sebagai eksipien pada tablet yang digunakan sebagai pengisi, pengikat maupun penghancur pada konsentrasi yang sesuai. Akan tetapi pati sukun memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah tidak memiliki laju alir maupun sudut istirahat dan nilai kompresibilitas yang buruk yang&nbsp; menandakan buruknya kemampuan&nbsp; suatu bahan&nbsp; untuk digunakan sebagai bahan pengikat metode cetak langsung pada pembuatan tablet. Salah satu cara yang dipilih untuk meningkatkan laju alir adalah dengan memodifikasi pati menggunakan hidrolisis asam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun, mengetahui pengaruh durasi hidrolisi asam terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun dan mengetahui berapa konsentrasi asam klorida dan durasi hidrolisis asam yang optimum pada modifikasi pati buah sukun. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan asam klorida pada pati sukun dengan variasi konsentrasi dan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel waktu dan konsentrasi memengaruhi karakteristik fisika kimia pati sukun, dimana semakin besar konsentrasi dan lama perendaman nilai laju alir, sudut istirahat, swelling power dan indeks kopresibilitas yang dihasilkan semakin baik, akan tetapi rendemen yang dihasilkan semakin rendah.</p> Farida Anggraeni Wisnu Cahyo Prabowo Mirhansyah Ardana Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 26 30 10.25026/mpc.v6i1.251 KAJIAN PENGOBATAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT SAMARINDA MEDIKA CITRA (SMC) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/252 <p style="text-align: justify;">Gagal ginjal gronik merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan yang bersifat persisten dan menetap. Pasien gagal ginjal kronik umumnya disertai dengan penyakit penyerta lain sehingga meningkatkan kompleksitas pengobatan dan meningkatnya jumlah penggunaan obat yang juga akan meningkatkan potensi <em>Drug Related Problems </em>(DRP’s). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan dan mengidentifikasi DRP’s pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). DRP’s yang diidentifikasi adalah interaksi obat potensial. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel <em>total sampling</em>. Populasi penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) periode Januari 2017- Agustus 2017 dan diperoleh 21 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik didominasi oleh perempuan 61,91%, pada kelompok usia 46 – 55 tahun (lansia awal) 57,14 %. Penyakit penyerta terbanyak adalah Diabetes Melitus 30,76%. Jumlah penggunaan obat responden &nbsp;umumnya menggunakan 6 – 10 obat sebanyak 10 pasien (47,62 %) dengan penggunaan terbanyak obat sistem kardiovaskular 31,66%. DRP’s yang ditemukan yaitu interaksi obat, &nbsp;berdasarkan dengan presentase tingkat keparahan yaitu<em> mayor</em> 1,72%, <em>moderate</em> 53,45 dan <em>minor</em> 44,82%.</p> Fatma Sari Nurul Annisa Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 31 35 10.25026/mpc.v6i1.252 Standarisasi Ekstrak Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/254 <p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian Novalia (2014) daun nona makan sirih berpotensi sebagai antikalkuli. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi ekstrak daun nona makan sirih agar dihasilkan bahan baku obat yang aman, bermutu dan berkhasiat. Dari hasil maserasi daun nona makan sirih dengan etanol 96% diperoleh rendemen ekstrak sebesar 14%. Uji kualitatif dengan pereaksi tetes ekstrak daun nona makan sirih menunjukkan adanya flavonoid, fenolik, steroid dan tanin. Penetapan kadar sari larut air sebesar 12,66%, kadar sari larut etanol 70% sebesar 2,68%, kadar sari larut etanol 96% sebesar 6%. Standarisasi&nbsp; ekstrak&nbsp; etanol&nbsp; 96%&nbsp; daun&nbsp; nona&nbsp; makan&nbsp; sirih meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Penetapan susut pengeringan dan bobot jenis dilakukan secara gravimetri, dan uji cemaran mikroba dengan metode ALT. Hasil penelitian menunjukkan bobot jenis ekstrak sebesar 1,016, susut pengeringan sebesar 23,332%, cemaran bakteri 2,6 × 10<sup>4 </sup>koloni/gram, cemaran kapang 3,8 × 10<sup>3</sup> koloni/gram.</p> Nila Ayuanji Halilah Lizma Febrina Adam M. Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 36 40 10.25026/mpc.v6i1.254 KARAKTERISTIK DAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ABDUL WAHAB SJARAHRANIE https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/255 <p class="Default" style="text-indent: 36pt;">Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman kesehatan penduduk dunia pada saat ini. Jumlah penderita diabetes terus meningkat seiring dengan berubahnya pola makan dan gaya hidup. Obat-obat yang digunakan dalam terapi diabetes merupakan salah satu obat yang perlu dievaluasi karena obat-obat anti diabetes (OAD) merupakan obat yang digunakan untuk jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui katakteristik dan pola pengobatan diabetes melitus tipe 2 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. metode penelitian ini adalah deskriptif prospektif, Sampel yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan dari hasil wawancara pasien dan rekam medik. Dari hasil penelitian pada 40 subjek didapatkan distribusi penderita diabetes tipe 2 terbanyak pada usia 46-60 tahun yaitu 15% dan lebih banyak perempuan yakni 57%. kadar gula darah 2 jam setelah makan yang terbanyak yaitu ≥ 200 mg/dL sebanyak 90%. Diagnosa pasien dengan Komplikasi yaitu 70%, tingkat pendidikan pasien terbanyak SMP yakni 27%, tingkat pekerjaan terbanyak swasta yakni 38 %. Penggunaan obat anti diabetes yang banyak digunakan yakni obat kombinasi antara golongan sulfonuiurea dan biguanid yakni metformin dan glimepirid sebanyak 28%. Sedangkan penggunaan kombinasi insulin rapid acting (aspart) dan long acting basal (detemir) sebanyak 13% dan penggunaan kombinasi tiga yakni glimepirid, metformin dan akarbose sebesar 13%.</p> Nurhayati Binti Sappo Dewi Rahmawati Adam M. Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 41 47 10.25026/mpc.v6i1.255 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Walp) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/256 <p style="text-align: justify;"><em>Escherichia coli</em> dan <em>Staphylococcus aureus</em> merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan infeksi kulit. Terdapat beberapa tanaman yang berpotensi aktif sebagai antibakteri seperti tanaman kelor dan tanaman salam dengan kandungan kimia golongan flavonoid, alkaloid, dan fenol yang berperan dalam menghambat aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor dan daun salam terhadap bakteri<em> E. coli</em> dan <em>S.aureus</em>. Metode yang digunakan yaitu metode <em>disc diffusion</em>. Konsentrasi terbaik yang dihasilkan ekstrak daun kelor yaitu pada konsentrasi 4% dengan zona bening sebesar 7,209 mm untuk <em>E.coli</em> dan 7,718 &nbsp;mm untuk <em>S.aureus</em>, sedangkan pada daun salam pada konsentrasi 2% sebesar 7,278 mm untuk <em>E.coli</em> dan 7,773 mm untuk <em>S.aureus</em>. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kombinasi ekstrak dengan perbandingan 1:1, 1:2 ,2:1 , dan 2:2 terhadap bakteri <em>E.coli</em> dan <em>S.aureus</em>. Hasil penelitian menunjukkan, nilai KBM masing-masing perbandingan tersebut adalah 9,080 mm; 9,704 mm; 9,573 mm; 10,111 mm untuk bakteri <em>E.coli, </em>sedangkan bakteri <em>S.aureus</em> 7,805 mm; 9,092 mm; 9,077 mm; 9,780 mm. Kesimpulan dari pengujian ini bahwa kombinasi ekstrak memiliki efek antibakteri terhadap <em>Eschericia coli</em> dan <em>Staphylocccus aureus.</em></p> Maylasari Dewi Maharani Sabaniah Indjar Gama Muhammad Amir Masruhim Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 48 53 10.25026/mpc.v6i1.256 OBSERVASI KLINIK PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHID PADA PEROKOK DAN NON-PEROKOK DENGAN PEMBERIAN MINUMAN ANTIOKSIDAN JUS BUAH NAGA MERAH (H.Polyrhizus) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/257 <p style="text-align: justify;">Malondialdehid (MDA) adalah salah satu biomarker terjadinya stres oksidatif akibat adanya radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah (<em>Hylocereus polyrhizus</em> (F.A.C Weber) Britton &amp; Rose) terhadap kadar MDA urin pada responden perokok dan non-perokok. Pemberian jus buah naga merah dilakukan selama 7 hari dengan dosis 200 gram/orang. Diukur kadar MDA responden perokok dan non-perokok pada hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7 dan dianalisis menggunakan metode TBARS <em>(Thiobarbituric Acid Reactive Substance)</em> yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ= 531 nm. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata penurunan kadar MDA urin pada 5 responden perokok secara berturut-turut adalah 1,140;0,527;0,421;0,038;0,052 mg/dl (rata-rata= 0,435 mg/dl). Sedangkan 3 responden non-perokok, terjadi penurunan kadar MDA urin yaitu 1,033;0,505;0,842 mg/dl (rata-rata=0,793 mg/dl) dan terjadi kenaikan MDA urin pada 2 responden non-perokok yaitu 0,123;0,271 mg/dl (rata-rata=0,197 mg/dl). Dari data observasi klinik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa jus buah naga merah (<em>Hylocereus polyrhizus</em> (F.A.C Weber) Britton &amp; Rose) memiliki aktifitas sebagai antioksidan.</p> <p>&nbsp;</p> Pasuria Panjaitan Nurul Annisa Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 54 57 10.25026/mpc.v6i1.257 ANALISIS REGIMEN KEMOTERAPI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/258 <p style="text-align: justify;">Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik <em>total sampling</em>, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%.</p> Retno Putri Arianto Risna Agustina Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 58 65 10.25026/mpc.v6i1.258 ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS JAMUR ENDOFIT DAUN KOKANG (LEPISHANTES AMOENA (HAASK) LEENH) SEBAGAI ANTIBAKTERI https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/260 <p style="text-align: justify;">Tanaman Kokang (<em>Lepishantes amoena (Haask) </em>Leenh) merupakan tanaman khas Kalimantan Timur yang mulai langka keberadaannya, apabila tanaman kokang dieksploitasi besar-besaran untuk dijadikan sebagai simplisia untuk diekstraksi maka akan menyebabkan kepunahan, sehingga diperlukan isolasi jamur endofit dari daun kokang untuk mencegah kepunahan tersebut. Jamur endofit dapat memproduksi metabolit sekunder yang serupa dengan tanaman inangnya dan umumnya memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kerakteristik jamur endofit dari daun kokang, mengetahui golongan metabolit sekunder jamur endofit dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan <em>Propionibacterium acne </em>dan<em> Eschericia coli</em>. Metode untuk identifikasi golongan metabolit sekunder dilakukan dengan analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode KLT-Bioautografi. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh 3 isolat jamur endofit yang memproduksi metabolit sekunder flavonoid dan steroid yang berfungsi sebagai antibakteri</p> Putri Rahmatilah Jaka Fadraersada Adam M. Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 66 71 10.25026/mpc.v6i1.260 ANALISIS PRESCRIBING ERROR DIBEBERAPA APOTEK WILAYAH SAMARINDA ULU https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/261 <p style="text-align: justify;"><em>Medication error </em>(kesalahan pengobatan) merupakan kejadian yang tidak hanya merugikan pasien, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan, khususnya dalam hal pengobatan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kejadian <em>prescribing error</em>, mengetahui profil <em>prescribing error, </em>dan mengetahui persentase kejadian <em>prescribing error </em>dibeberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semikuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada data resep obat pasien di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>medication error</em> berupa <em>prescribing error</em> pada kajian administratif &nbsp;yaitu tidak ada nama pasien sebesar 0,39%,&nbsp; tidak ada usia pasien sebesar 16,77%, tidak ada jenis kelamin pasien sebesar&nbsp; 56,46%, tidak ada berat badan pasien sebesar 94,42%, tidak ada nama dokter&nbsp; sebesar 10,99%, tidak ada SIP dokter sebesar 15,23%, tidak ada alamat dokter sebesar 22,74%, tidak ada alamat pasien sebesar 52,03%, tidak ada nomor telepon dokter sebesar 52,61%, tidak ada paraf dokter sebesar 90,75% dan tidak ada tanggal penulisan resep sebesar 0,58%. Pada bagian farmasetik meliputi tidak ada&nbsp; bentuk sediaan sebesar 61,47%, tidak ada kekuatan sediaan sebesar 72,26%. Pada bagian klinis meliputi tidak ada aturan pakai sebesar 4,82%, tidak tepat dosis sediaan sebesar 12,71%, ada duplikasi obat sebesar 3,08% dan ada interaksi obat sebesar 17,73% (interaksi minor 5,39%; interaksi moderat 9,45% dan interaksi mayor 2,89%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa <em>medication error</em> berupa <em>prescribing error</em> di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017 masih terjadi</p> Rita Anani Lizma Febrina Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 72 77 10.25026/mpc.v6i1.261 UJI IN VIVO AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA) SEBAGAI PENURUN KADAR GLUKOSA DARAH https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/262 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol batang brotowali (<em>Tinospora crispa</em>) sebagai penurun kadar glukosa darah. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode refluks untuk menentukan presentase rendemen dari ekstrak batang brotowali. Pengujian dilakukan dengan membagi 5 kelompok hewan coba (tikus) masing-masing terdiri dari 3 replikasi. Kelompok 1 yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok 2 yaitu kelompok kontrol positif, kelompok 3,4 dan 5 yaitu kelompok uji dengan dosis masing-masing 40,25; 80,5 dan 161 mg/kgBB. Hasil dari penelitian ini diperoleh presentase rendemen sebesar 3,52% dari berat ekstrak 8,8 gram. Terdapataktivitas antidiabetes ekstrak batang brotowali pada dosis 40,25; 80,5 dan 161 mg/dl dengan dosis terbaik yaitu dosis 161 mg/kgBB dan berpotensi sebagai antidiabetes dibandingkan dengan metformin.</p> Ruli Kuswati Nurmita Nurmita Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 78 83 10.25026/mpc.v6i1.262 POTENSI KULIT BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) SEBAGAI ANTOKSIDAN DAN TABIR SURYA https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/263 <p style="text-align: justify;">Kulit bawang merah mengandung berbagai senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan salah satunya flavanoid. Flavonoid merupakan senyawa bioaktif&nbsp; yang menghasilkan aktivitas antioksidan&nbsp; serta memiliki sifat fotoprotektif sehingga mampu menyerap sinar ultraviolet. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2’-Azinobis-[3-etilbenzotiazoline-6sulfonic acid]) dan tabir surya dengan metode spektrofotometer Uv-vis pada λ 292,5-372,5 nm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit bawang merah sangat berpotensi sebagai antioksidan dan tabir surya .</p> Tina Dwi Rahayu Mirhansyah Ardana Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 84 89 10.25026/mpc.v6i1.263 STANDARISASI EKSTRAK UMBI BAWANG TIWAI (Eleutherine americana (Aubl.) Merr.) ASAL KALIMANTAN TIMUR https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/264 <p style="text-align: justify;">Telah dilakukan standarisasi pada ekstrak etanol umbi bawang tiwai&nbsp; (<em>Eleutherine americana (Aubl.). </em>Merr). Hasil pengujian parameter spesifik menunjukkan organoleptik ekstrak kental, berwarna merah, tidak berbau dan memiliki rasa sedikit pahit, dengan kandungan senyawa larut air 25,36 ± 1,61 (%) dan senyawa larut etanol 11,52±1,87 (%) serta hasil kandungan senyawa marker ekstrak 0,002/g. Hasil pengujian parameter non spesifik ekstrak etanol 96% umbi bawang tiwai menunjukkan kadar abu total 0,90±0,35 (%), kadar abu tidak larut asam 0,78±0,25 (%), bobot jenis 0,9437±0,0012, kadar air 5,28±0,14%, sisa pelarut 1,019345±0,0001626% dan kadar fenol total 163,43 ppm. Pada ekstrak terdapat cemaran bakteri 3,5 x 10<sup>4</sup> koloni/gram dan cemaran kapang khamir sejumlah 3,0 x 10<sup>3</sup> koloni/gram. Pengujian cemaran logam berat diperoleh kadar timbal 0,0105 mg/mL, kadmium 0,0318 mg/L dan arsen 0,0412 mg/L. Pengujian residu pestisida negatif pada golongan klorin, organo fosfat dan karbamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memenuhi persyaratan umum obat yang dibuat oleh bahan alam</p> Aditya Fridayanti Yurika Sastyarina Herman Herman Agung Rahmadani Ganjar Firmansyah Tri Woro Widyanti Yuspian Nur Hadi Kuncoro Enggar Wijayanti Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 90 97 10.25026/mpc.v6i1.264 FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK BUAH LIBO (FICUS VARIEGATA BLUME) SEBAGAI TABIR SURYA https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/266 <p style="text-align: justify;">Libo (<em>Ficus variegata</em> Blume) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimasi basis dan menghasilkan formula <em>lotion</em> ekstrak buah libo yang stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya. Optimasi basis dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi trietanolamin sebagai emulgator. <em>Lotion </em>ekstrak buah libo diformulasi dengan menambahkan ekstrak buah libo masing-masing 0,5% dan 1% kemudian dilakukan evaluasi fisik meliputi pengukuran pH, viskositas, dan daya sebar sebanyak 2 minggu pada suhu kamar, serta uji stabilitas fisik dengan metode <em>Freeze-Thaw</em> sebanyak 2 siklus. Aktivitas tabir surya diuji secara <em>in vitro</em> dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis yang paling optimal adalah B4 yaitu dengan konsentrasi trietanolamin 0,4%. Formula sediaan yang paling stabil secara fisik dan memiliki aktivitas tabir surya yang baik adalah F2, dengan kosentrasi 1% ekstrak buah libo, dengan suntan standar dan <em>sunblock</em>.</p> Syamsidar Syamsidar Nur Mita Rolan Rusli Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 98 104 10.25026/mpc.v6i1.266 Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/269 <p style="text-align: justify;">Daun beluntas (<em>Pluchea indica L</em>) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (<em>Pluchea indica L</em>) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> sebesar 14,612 mm dan bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em> sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri <em>Propionibacterium acne</em> sebesar 9,849 mm pada pH 6,5.</p> Ida Yuliani Mirhansyah Ardana Dewi Rahmawati Copyright (c) 2017-11-08 2017-11-08 6 105 107 10.25026/mpc.v6i1.269 POTENSI EKSTRAK DAUN GEDI (Abelmoschus manihot Linnaeus) SEBAGAI TABIR SURYA https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/270 <p style="text-align: justify;">Tumbuhan Gedi (<em>Abelmoschus manihot</em> Linnaeus) merupakan tanaman tropis famili <em>Malvacea </em>dimana secara tradisional daun gedi merah dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji potensi tabir surya pada ekstrak daun gedi, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat dengan menggunakan metode perhitungan %Te dan %Tp. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui profil tabir surya ekstrak daun gedi dalam berbagai variasi konsentrasi yang dikategorikan tabir surya. Aktivitas tabir surya diuji secara <em>in vitro</em> menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 292,5-372,5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas tabir surya ekstrak daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra yaitu berdasarkan %Te dan kategori <em>sunblock</em> berdasarkan %Tp, aktivitas tabir surya fraksi n-heksan daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori <em>sunblock </em>berdasarkan %Tp, dan aktivitas tabir surya fraksi etil asetat daun gedi termasuk pada kategori proteksi ekstra berdasarkan %Te dan kategori <em>sunblock </em>berdasarkan %Tp.&nbsp;</p> Indah Kasih Gultom Hanggara Arifian Laode Rijai Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 108 112 10.25026/mpc.v6i1.270 IDENTIFIKASI FLAVONOID HASIL FERMENTASI SARI KACANG HIJAU DAN EKSTRAK KACANG HIJAU (Vigna radiata) MENGGUNAKAN Lactobacillus casei. https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/271 <p style="text-align: justify;">Daun beluntas (<em>Pluchea indica L</em>) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (<em>Pluchea indica L</em>) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> sebesar 14,612 mm dan bakteri <em>Staphylococcus epidermidis</em> sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri <em>Propionibacterium acne</em> sebesar 9,849 mm pada pH 6,5.</p> Indah Khoirul Nisa M. Arifuddin Adam M Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 113 119 10.25026/mpc.v6i1.271 Identifikasi Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Daun Nona Makan Sirih (Clerodendrum thomsoniae) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/272 <p style="text-align: justify;">Tanaman nona makan sirih merupakan perdu yang tumbuh merambat dan memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik, dimana kandungan metabolit sekunder dapat memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri daun nona makan sirih (<em>Clerodendrum thomsoniae</em>), serta mengidentifikasi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan melihat kemampuan ekstrak dalam menekan radikal bebas DPPH, sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode <em>disc diffusion</em> dan KLT bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol, fraksi n-heksana, dan fraksi etil asetat dengan nilai IC<sub>50</sub> berturut-turut adalah 76,53 ppm, 196,20 ppm, dan 63,83 ppm. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (7:3) adalah flavonoid dan kumarin. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Escherichia coli</em> dan <em>Staphylococcus aureus</em>, dan metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat dengan menggunakan eluen kloroform : metanol (9:1) adalah fenolik dan flavonoid.</p> Landy Hartina Banne Nurul Annisa Adam M. Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 120 126 10.25026/mpc.v6i1.272 FORMULASI PASTA GIGI DARI LIMBAH CANGKANG TELUR BEBEK https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/275 <p style="text-align: justify;">Cangkang telur bebek merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO<sub>3</sub>) yang dapat digunakan sebagai bahan abrasif dalam pasta gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar kalsium yang terkandung di dalam cangkang telur bebek sebelum pembuatan sediaan dan dalam sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek, mengetahui formula sediaan pasta gigi dari cangkang telur bebek dan mengetahui stabilitas fisik pasta gigi berbahan cangkang telur bebek. Kadar kalsium yang terkandung dalam cangkang telur bebek dan dalam sediaan pasta gigi cangkang telur bebek ditentukan menggunakan metode titrasi kompleksometri. Optimasi basis dilakukan dengan membuat 3 formula yang masing-masing formula dilakukan variasi konsentrasi Na.CMC dan gliserin. Basis pasta gigi kemudian dilakukan evaluasi fisik. Basis yang terbaik selanjutnya akan dilakukan uji stabilitas fisik dan dilanjutkan dengan memformulasikan basis tersebut menjadi pasta gigi cangkang telur bebek. Pasta gigi cangkang telur bebek tersebut kemudian akan dilakukan uji stabilitas fisik untuk mengetahui kestabilan sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 7,53% sedangkan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek mengandung kadar kalsium sebesar 2,14%. Konsentrasi Na-CMC yang menghasilkan basis pasta yang optimum terdapat pada konsentrasi 1% dengan konsentrasi gliserin sebesar 35% yang ditinjau dari hasil evaluasi fisik yaitu organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan pembentukan busa serta uji sentrifugasi. Basis dan sediaan pasta gigi cangkang telur bebek dinyatakan stabil dan sesuai dengan standar parameter stabilitas fisik pasta gigi yang telah ditetapkan.</p> Marwah Ulfah Syurgana Lizma Febrina Adam M Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 127 140 10.25026/mpc.v6i1.275 Deteksi Dispensing Error Pada Peresepan Sediaan Kapsul Racikan di Apotek Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/276 <p style="text-align: justify;"><em>Dispensing error</em> adalah kegagalan dalam proses pengobatan berupa pembagian obat yang mengarah atau berpotensi membahayakan pasien dan menyebabkan kerugian pasien. Angka kejadian kesalahan dalam permintaan obat resep&nbsp; cukup tinggi, yaitu antara 0,03 hingga 16,9%. Dari beberapa kejadian <em>medication error</em> sebesar 3,66% adalah <em>dispensing error</em>. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk&nbsp; mengetahui kejadian <em>medication error</em> berupa <em>dispensing error</em> dalam bentuk keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan di 10 Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan pengambilan data dari resep obat pasien pada beberapa Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu periode Juli-September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan persentase keseragaman bobot yaitu 30% memenuhi syarat dan 70% tidak memenuhi syarat.</p> Muhamad Etsya Putra Mirhansyah Ardana Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 141 145 10.25026/mpc.v6i1.276 AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL AKAR TUMBUHAN MERUNG (Coptosapelta flavescens Korth.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/277 <p style="text-align: justify;"><em>Streptococcus mutans</em> merupakan salah satu bakteri gram positif penyebab utama infeksi pada mulut yaitu karies gigi. Akibat tingginya prevalensi karies pada anak sehingga diperlukan alternatif dan pencarian kandidat senyawa antibakteri baru. Tumbuhan merung (<em>Coptosapelta flavescens </em>Korth<em>.</em>) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Secara empiris akar tumbuhan merung dimanfaatkan oleh masyarakat Kutai untuk&nbsp; mengobati beberapa penyakit infeksi&nbsp; seperti diare, bisul, dan keputihan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung terhadap bakteri <em>Streptococcus mutans</em>. Akar tumbuhan merung diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Pengujian antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram <em>Kirby-Bauer</em> dengan konsentrasi uji (0.01, 0.02, 0.1, 0.2, 2, 10) mg/<em>disc</em>. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0.02-10 mg/<em>disc </em>yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dimulai pada konsentrasi 0.02 mg<em>/disc </em>(7.61 mm) dan dengan zona bening terbesar&nbsp; ditunjukkan pada konsentrasi 10 mg/<em>disc </em>(20.60 mm). Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung terdapat golongan metabolit sekunder flavonoid, fenol, tanin, dan antrakuinon. Senyawa turunan fenolik tersebut telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antibakteri</p> Nurul Musdalifah Aprilia Wahyu Widayat Adam M Ramadhan Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 146 154 10.25026/mpc.v6i1.277 UJI AKTIVITAS TABIR SURYA KOMBINASI FRAKSI ETIL ASETAT ANNONA MURICATA LINN FOLIUM, ARTOCARPUS CHAMPEDEN SPRENG FOLIUM DAN PLECTRANTHUS SCUTELLAROIDES FOLIUM SECARA IN VITRO https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/278 <p style="text-align: justify;">Daun sirsak (<em>Annona muricata </em>Linn <em>folium</em>), daun cempedak (<em>Artocarpus Champeden </em>Spreng <em>folium</em>) dan daun miana (<em>Plectranthus scutellaroides</em> L <em>folium</em>) merupakan tanaman yang telah terbukti memiliki aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya kombinasi&nbsp; fraksi etil asetat daun sirsak, daun cempedak dan daun miana secara in vitro serta nilai SPF. Aktivitas tabir surya dan nilai SPF diuji menggunakan spektrofotometri. Aktivitas tabir surya pada 292,5-372,5 nm dan nilai SPF pada 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukan perbedaan aktivitas tabir surya pada tanaman tunggal dan tanaman kombinasi yaitu pada tanaman kombinasi memiliki aktivitas tabir surya dan nilai SPF yang lebih tinggi dari pada tunggalnya. Pada tanaman kombinasi daun sirsak, daun cempedak dan daun miana mampu mencapai kategori aktivitas tabir surya tertinggi yaitu sebagai <em>sunblock</em> dan nilai SPF sebagai proteksi ultra.</p> Rachma Nadya Utami Agung Rahmadani Mirhansyah Ardana Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 155 166 10.25026/mpc.v6i1.278 Formulasi Sediaan Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/279 <p style="text-align: justify;">Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang dapat membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Daun cempedak memiliki aktivitas sebagai tabir surya dan dapat diaplikasikan dalam bentuk <em>lotion</em>. Ekstrak daun cempedak yang diekstraksi dengan n-heksana dan dilanjutkan dengan metanol, diformulasi dalam 3 formula <em>lotion</em> yaitu F1, F2, dan F3. <em>Lotion</em> hasil formulasi dievaluasi berupa pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan pengujian aktivitas tabir surya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa <em>lotion</em> yang diperoleh keduanya memiliki konsistensi setengah padat yang homogen, berbau khas oleum rosae, serta berwarna putih (F1), cokelat (F2), cokelat tua (F3). Daya sebar dan pH <em>lotion</em> berada pada rentang yang sesuai dengan standar sedian <em>lotion</em>. <em>Lotion</em> F2 dan F3 yang mengadung ekstrak daun cempedak memiliki aktivitas tabir surya kategori <em>suntan</em> standar pada penilaian %Te dan %Tp dan kategori proteksi maksimal pada penilaian SPF. Pada formula <em>lotion</em> F1 atau basis sediaan, nilai yang diperoleh pada %Te dan %Tp serta SPF tidak berada pada rentang penilaian aktivitas sebagai tabir surya atau formula F1 tidak menunjukkan adanya aktivitas sebagai tabir surya.</p> Restu Harisma Damayanti Lisna Meylina Rolan Rusli Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 167 172 10.25026/mpc.v6i1.279 Studi Pola Penggunaan Antibiotik dan Analgesik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Studi Dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/280 <p style="text-align: justify;">Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit kedua yang paling banyak dialami oleh pasien rawat inap di Rumah Sakit dan memerlukan antibiotik sebagai pengobatan utama. Sebesar 20-65% penggunaan antibiotik di rumah sakit dianggap tidak tepat sehingga dapat menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan, karakteristik penderita ISK dan interaksi antara antibiotik dengan analgesik. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan dijabarkan secara deskriptif dengan mengambil data rekam medis pasien ISK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang terserang ISK terbesar merupakan perempuan 81%, usia remaja dan lansia 21%, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) 32%, dan tanpa penggunaan kateter 86%. Golongan antibiotik dan analgesik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 67% yaitu seftriakson 30% dan analgesik non opioid 96% yaitu parasetamol 71%. Dan tidak ada interaksi antara antibiotik dan analgesik yang digunakan.</p> Sintya Yustira Verananda Sabaniah Indjar Gama Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 173 178 10.25026/mpc.v6i1.280 UJI AKTIVITAS SUB FRAKSI DAUN BUNGUR (Lagerstroemia speciosa (L) pers) SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/281 <p style="text-align: justify;">Daun bungur (<em>Lagerstroemia speciosa</em> (L) pers) merupakan tanaman yang telah digunakan secara empiris sebagai obat. Berdasarkan pendekatan kemotaksonomi diketahui bahwa Ekstrak metanol dari <em>Lythrum salicaria </em>L<em>. </em>dengan famili yang sama dengan Bungur yaitu <em>Lythraceae</em>, mengandung senyawa golongan flavonoid seperti isoviteksin dan isoorientin, yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri, sehingga dapat diduga dalam daun Bungur juga mengandung senyawa golongan metabolit sekunder yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari daun bungur. Simplisia daun bungur terlebih dahulu diekstraksi dengan cara maserasi. Kemudian difraksinasi dengan metode padat-cair dengan kromatografi cair vakum dan kolom konvensional. Metode antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode KLT Bioautografi dan untuk metode antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub fraksi G dan J mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan Sub fraksi H, I dan J mempunyai aktivitas antioksidan.</p> Muhammad Ansar Agung Rahmadani Jaka Fadraersada Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 179 184 10.25026/mpc.v6i1.281 FORMULASI GEL EKSTRAK BUAH LIBO (FICUS VARIEGATA BLUME) https://prosiding.farmasi.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/274 <p style="text-align: justify;">Tanaman libo banyak ditemukan pada daerah hutan kalimantan dan dapat tumbuh dengan cukup cepat. Buah dari tanaman libo sendiri diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, pembasmi larva <em>Aedes aegypti</em>, aktivitas antibakteri, dan dapat membantu proses penyembuhan luka. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui proses formulasi dan aktivitas penyembuhan luka dari gel buah libo. Buah libo diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diformulasikan dengan basis sediaan gel yakni Na-CMC dan HPMC dengan variasi konsentrasi ekstrak buah libo sebesar 1%, 2,5% dan 5% serta dilakukan evaluasi berupa uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan stabilitas. Hasil dari evaluasi formula tersebut dibandingkan dan dicari hasil yang paling baik. Didapatkan formula gel dengan hasil evaluasi yang stabil dan memenuhi syarat adalah gel dengan konsentrasi buah libo 5% dengan nilai pH 4,5; daya sebar 5,30 cm dan viskositas 5,01 Pa.s.</p> M. Rizky Zakaria B.A. Lizma Febrina Rolan Rusli Copyright (c) 2017 Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 2017-11-08 2017-11-08 6 185 190 10.25026/mpc.v6i1.274