Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

  • Fitri Athaya
  • Adam M. Ramadhan
  • Muhammad Amir Masruhim
Keywords: Demam tifoid, Antibiotik

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk di Indonesia. Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan untuk mengobati penyakit ini, penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan obat tidak efektif dan memberikan dampak buruk bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Data diambil pada periode Januari-September 2015, dan didapatkan data sebanyak 56 kasus. Hasil penelitian berdasarkan umur menunjukkan bahwa pasien demam tifoid paling banyak berusia 5-24 tahun sebanyak 34 pasien (61%), berdasarkan jenis kelamin didaptakan hasil laki-laki lebih banyak daripada perempuan yaitu sebanyak 34 pasien (60,71%).  Hasil dari penggunaan antibiotik didapatkan penggunaan terbanyak adalah antibiotik sefrikason sebanyak 24 pasien (42%). Dari hasil evaluasi diketahui bahwa 100% tepat indikasi, 100% tepat pasien, 91% tepat obat, dan 80% tepat dosis.

References

Masjoer Arief, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI : Jakarta.
World Healt Organization. 2007. Background Document: The Diagnosis,Treatment and Prevention Of Typhoid Fever, Geneva, Switzerland
Juwono, R., 2004, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.
Tjay, H.T. & Rahardja, K., 2007,Obat-Obat Penting, Khasiat, Penggunaannya,dan Efek-Efek Sampingnya, Edisi ke V, Cetakan ke-2, Hal 63-83, PenerbitPT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Gunawan, S.G., 2007, Farmakologi dan Terapi, Edisi Kelima, PenerbitDepartemen Farmakologi dan Therapeutik FKUI, Jakarta.
WHO, 2003, Background Document : The Diagnosis,Treatment and Preventionof Typhoid Fever. World Health Organization, 9-24.
Musnelina, L., Afdhal, A.F., Gani, A., Andayani, P., 2004, Pola Pemberian Antibiotik Pengobatan Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit FatmawatiJakarta Tahun 2001-2002, Makara Kesehatan, 8 (2), 59-64.
Merdjani, A., & Syoeib, A., 2008, Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis, Edisi Kedua, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta
BNF, 2009, 49th ed, British National Formulary, United Kingdom, BMJ Group and RPS Publishing
Hammad, O. M., Hifnawy, T., Omran, D., Tantawi, M. A. & Girgis, N. I., 2011,Ceftriaxone versus Chloramphenicol for Treatment of Acute TyphoidFever, Life Science Journal, 8(2), 100-105.
Published
2015-11-27
How to Cite
Athaya, F., Ramadhan, A. M., & Masruhim, M. A. (2015). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 2(1), 162-168. https://doi.org/10.25026/mpc.v2i1.55

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>